Invasi Israel ke Jalur Gaza masih
berlanjut, sejak tanggal 27 Desember bertepatan dengan peringatan Tahun
Baru (Muharam) Islam, sampai dengan tulisan ini diturunkan, lebih dari
550 orang telah tewas dalam invasi biadab ini dan lebih dari 2500
lainnya luka berat dan ringan. Tulisan ini tidak bermaksud menambah
kepedihan kaum muslim tentang banyaknya tulisan dan minimnya aksi, lebih
kepada agar kita memiliki kesadaran politik tentang akar masalah
Palestina dan memperjuangkan solusinya.
Akar Masalah Palestina: Runtuhnya Khilafah
Tanah itu bukan milikku, tetapi milik ummatku
(Khalifah Abdul Hamid II, 1897)
Nasihati Dr. Hertzl supaya jangan meneruskan rencananya.
Aku tidak akan melepaskan walaupun segenggam tanah ini (Palestina),
karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam.
Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini
dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka.
Yahudi silakan menyimpan harta mereka.
Jika Daulah Khilafah Utsmaniyah dimusnahkan pada suatu hari,
maka mereka boleh mengambil Palestina tanpa membayar harganya.
Akan tetapi, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku
daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Daulah Islamiyah.
Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi.
Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup
(Khalifah Abdul Hamid II, 1902)
(Khalifah Abdul Hamid II, 1897)
Nasihati Dr. Hertzl supaya jangan meneruskan rencananya.
Aku tidak akan melepaskan walaupun segenggam tanah ini (Palestina),
karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam.
Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini
dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka.
Yahudi silakan menyimpan harta mereka.
Jika Daulah Khilafah Utsmaniyah dimusnahkan pada suatu hari,
maka mereka boleh mengambil Palestina tanpa membayar harganya.
Akan tetapi, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku
daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Daulah Islamiyah.
Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi.
Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup
(Khalifah Abdul Hamid II, 1902)
Inilah pernyataan Khalifah kaum muslimin
sebelum Khilafah Islam dihapuskan oleh laknatullah Musthafa Kamal di
Turki tahun 1924. Isi pernyataan ini menggambarkan ketegasan kaum
muslimin yang diwakili oleh Khalifahnya dalam memandang wilayah kesatuan
kaum muslim.
Khilafah Islamiyyah adalah satu kepemimpinan global bagi kaum muslim diseluruh dunia yang diwajibkan oleh rasulullah Muhammad saw. untuk mengurusi urusan ummat dan melindungi ummat.
Khilafah Islamiyyah adalah satu kepemimpinan global bagi kaum muslim diseluruh dunia yang diwajibkan oleh rasulullah Muhammad saw. untuk mengurusi urusan ummat dan melindungi ummat.
Dulu Bani Israil diurus urusannya
(tasusu) oleh para Nabi. Setiap kali seorang Nabi meninggal, Nabi yang
lain menggantikannya. Sesungguhnya tidak ada Nabi sesudahku dan akan
ada para khalifah, yang berjumlah banyak” Para sahabat bertanya “Lalu
apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi saw. Bersabda: “Penuhilah
baiat yang pertama saja, dan berikanlah kepada mereka yang berhak.
Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas apa saja
yang mereka urus (HR. Bukhari)
Khilafah Islamiyyah berawal setelah
berakhirnya masa kenabian yang terakhir (Rasul Muhammad saw.), diawali
dengan khulafa ar-rasyidin, dilanjutkan dengan khalifah yang lain yang
tanpa putus-putusnya memberikan perlindungan kepada ummat. Dalam masa
itu, sejak tahun 623 – 1924 M, ummat Islam bersatu dalam satu
kepemimpinan di seluruh dunia, pada masa Kekhalifahan Utsmaniyyah,
wilayah kaum muslim meliputi lebih dari 1/3 dunia termasuk didalamnya
wilayah Palestina.
Pada awal abad ke 20, Kekhilafahan
Utsmaniyyah terjebak mengikuti perang dunia pertama yang berakhir pada
kekalahan pihak Jerman dan Khilafah, setelah itu wilayah khilafah
dipecah menjadi negara-negara yang lebih kecil dan diserahkan
kepengurusannya kepada UK dan Prancis selaku sekutu pemenang perang.
Dari sinilah petaka kaum muslimin dimulai.
Kaum zionis yahudi yang dimotori oleh keluarga bankir Rothchilds dan pion mereka Theodore Hertzl, memang sejak awal berniat mendirikan negara untuk menampung kaum yahudi yang ditolak di berbagai tempat di dunia, dan tanah palestina yang mereka anggap sebagai tanah terjanji sejak awal telah mereka incar. Pada tanggal 2 November 1917, pemerintahan Inggris menyetujui pendirian negara israel di tanah palestina lewat deklarasi Balfour. Deklarasi ini sekaligus mengawali pemerintahan militer di tanah Palestina dengan Jendral Allenby yang ditugaskan UK untuk melindungi eksodus penjajah yahudi ke tanah Palestina.
Kaum zionis yahudi yang dimotori oleh keluarga bankir Rothchilds dan pion mereka Theodore Hertzl, memang sejak awal berniat mendirikan negara untuk menampung kaum yahudi yang ditolak di berbagai tempat di dunia, dan tanah palestina yang mereka anggap sebagai tanah terjanji sejak awal telah mereka incar. Pada tanggal 2 November 1917, pemerintahan Inggris menyetujui pendirian negara israel di tanah palestina lewat deklarasi Balfour. Deklarasi ini sekaligus mengawali pemerintahan militer di tanah Palestina dengan Jendral Allenby yang ditugaskan UK untuk melindungi eksodus penjajah yahudi ke tanah Palestina.
Departemen Luar Negeri 2 November 1917
Lord Rothschild yang terhormat, Saya sangat senang dalam menyampaikan
kepada Anda, atas nama Pemerintahan Sri Baginda, pernyataan simpati
terhadap aspirasi Zionis Yahudi yang telah diajukan kepada dan disetujui
oleh Kabinet.
“Pemerintahan Sri Baginda memandang positif pendirian di Palestina tanah air untuk orang Yahudi, dan akan menggunakan usaha keras terbaik mereka untuk memudahkan tercapainya tujuan ini,
karena jelas dipahami bahwa tidak ada suatupun yang boleh dilakukan yang dapat merugikan hak-hak penduduk dan keagamaan dari komunitas-komunitas non-Yahudi yang ada di Palest
ina, ataupun hak-hak dan status politis
yang dimiliki orang Yahudi di negara-negara lainnya .“ Saya sangat
berterima kasih jika Anda dapat menyampaikan deklarasi ini untuk
diketahui oleh Federasi Zionis.
Salam, Arthur James Balfour
Tak lama setelah itu, pada Desember
1922, Liga Bangsa Bangsa (League of Nations) yaitu cikal bakal PBB
(United Nations), kemudian memberikan landasan yudisial yang lebih kuat
bagi UK dengan memberikan mandat pengaturan wilayah Palestina, setelah
itu, eksodus kaum yahudi pun meningkat pesat, sedikitnya 1,3 juta kaum
yahudi bermigrasi dari seluruh dunia ke tanah palestina, sejak saat itu,
kaum muslimi di palestina diusir dan dibunuh tanpa ada pembelaan dari
siapapun.
Puncaknya, pada 29 November 1947, PBB
mengumumkan persetujuan berdirinya negara Israel yang diamini oleh AS,
dengan wilayah Israel yang meliputi 55% tanah palestina, yang diikuti
dengan deklarasi pendirian negara Israel oleh PM pertama David
Ben-Gurion, yang segera melakukan pengusiran dan pembunuhan lebih besar
lagi kepada kaum muslim di palestina.
Setelah Israel berdir, negara-negara
tetangga Palestina yaitu Mesir, Yordan, Libanon dan Siria mengumumkan
perang kepada Israel, perang ini terjadi pada tahun 1948, 1956, 1967
dan 1973. Perang Arab-Israel ini tidak lebih adalah perang rekayasa dan
hanya membuat mitos seolah-olah Israel tidak terkalahkan, dan ini juga
bukti pengkhianatan pemimpin-pemimpin muslim (Mesir, Yordan dan Libanon)
di wilayah tetangga Palestina. Terlebih setelah perang 6 hari di tahun
1967, wilayah israel bahkan bertambah menjadi 70%. Dan setelah itu,
hingga hari ini, Israel dengan brutal menginvasi wilayah Palestina
hingga menguasai lebih dari 90% wilayah Palestina.
Solusi Total Palestina: Khilafah Islamiyyah dan Jihad!
Pertanyaan yang muncul sekarang adalah,
bagaimana solusi total masalah Palestina? Kepada siapakah ummat Islam
bisa berharap? Kepada PBB?!, ini mustahil karena justru PBB adalah
organisasi yang justru memberikan persetujuan dan pengakuan terhadap
Israel. Faktanya, sampai sekarang PBB tidak pernah memberikan sanksi
kejahatan perang yang telah dilakukan oleh AS dan Israel.
Kepada AS?!, apalagi, karena merekalah
selama ini yang menganak emaskan Israel dan memberikan bantuan baik
secara fisik dan pengaruh. Obama dalam pidatonya di AIPAC dengan jelas
menyampaikan “Saya berjanji kepada Anda, bahwa saya akan melakukan
apapun yang saya bisa dalam kapasitas apapun, untuk tidak hanya menjamin
keamanan Israel, tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan
makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu”, dia pun
menjamin dana 50 juta dolar AS untuk membantu persenjataan Israel.
Pendahulu Obama, Bush juga mengatakan dengan nada yang serupa ketika
menyalahkan HAMAS dalam invasi Israel ke jalur Gaza.
Kepada organisasi HAM dan Demokrasi?!,
inipun bathil, karena HAM dan Demokrasi adalah alat barat yang
berstandar ganda, yang hanya berpihak apabila sang empunya yang
mendapatkan masalah, dan hanya digunakan untuk menyudutkan kaum muslim.
HAM ada ketika iraq dilengserkan untuk kepentingan minyak AS, tetapi HAM
hilang ketika ribuan muslim Palestina dibantai. Demokrasi didengungkan
dalam pemilihan presiden AS tetapi bisu saat ummat Islam menginginkan
dipimpin oleh sistem Islam.
Kepada OKI?!, telah terbukti ternyata
OKI hanyalah terdiri dari pengecut-pengecut yang berkumpul karena ada
kepentingan selain Islam dan sudah menjadi rahasia umum bahwa mereka
hanyalah boneka yang digerakkan AS. Arab Saudi merupakan pembeli senjata
perang terbanyak buatan AS, tetapi tidak pernah menggunakannya untuk
kepentingan kaum muslim. Mesir mempunyai universitas paling terkenal di
dunia Islam, tetapi memfatwakan jihad dan mengirim tentaranya saja tidak
mampu, bahkan mereka menutup pintu Rafah yang berhubungan langsung
dengan Gaza serta menangkapi aktivis Islam yang membela saudara mereka
di Palestina.
Kepada pemerintah Indonesia?!,
rupa-rupanya menjaga perdamaian dunia masih menjadi isapan jempol
pengantar tidur bagi anak-anak saja, tidak ada faktanya. Bahkan presiden
Indonesia dalam salah satu pidatonya menyatakan bahwa “Ini bukan perang
agama”, untuk menutupi fakta yang sebenarnya.
Berharap akan berdirinya dan berdamainya
Israel dan Palestina?!, ini haram, karena tanah itu milik kaum muslim
dan haram hukumnya membiarkan wilayah kita diambil oleh kafir yahudi.
Kita tahu bahwa yang Israel inginkan justru pendirian negara Palestina
merdeka yang mengambil wilayah diluar wilayah Palestina yang awal dan
mengambil wilayah Yordan dan Mesir. Maka pendirian negara Palestina
adalah haram karena berarti kita mengakui pendudukan tanah Palestina
oleh Israel.
Jika kita melihat semua permasalahan
ini, nyatalah, bahwa satu-satunya solusi bagi kaum muslim termasuk
saudara kita di palestina adalah :
Kembalinya Kepemimpinan Global bagi Kaum Muslim, Kembalinya Khilafah Islamiyyah!
Khilafah-lah yang akan memimpin dan
mengkomandoi 1,5 milyar kaum muslim di seluruh dunia untuk dan berjihad.
Yang akan melindungi dan mempertahankan seluruh wilayah dan tanah kaum
muslim. Khilafah dan Jihad!, dua kata untuk mengubur Zionis Yahudi.
Inilah satu-satunya solusi yang diberikan Allah dan Rasulnya kepada kita
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai
(TQS ali-Imran [3]: 103)
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (khalifah) di antara kamu(TQS ali-Imran [3]: 103)
(TQS an-Nisaa [4]: 59)
Perumpamaan kaum mukminin dalam saling cinta dan sayang mereka laksana satu tubuh, jikalau ada satu anggota tubuh yang mengeluh, maka seluruh tubuh ikut merasakan demam dan bergadang
(HR Bukhari dan Muslim)
Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana satu bangunan yang sebagiannya menguatkan sebagian lainnya
(HR Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, tidaklah kita
mencukupkan pada aksi-aksi saja, kepada pengiriman bantuan saja, dan
kepada protes dan pengutukan saja, tetapi lebih daripada itu, setiap
ummat Islam mesti memiliki kesadaran politik bahwa satu-satunya solusi
mereka adalah tegaknya kembali Khilafah Islam yang telah dijanjikan oleh
Allah dan Rasul-Nya. Dan secara sadar dan sistematis memperjuangkan
tegaknya Khilafah itu dengan seluruh kekuatan yang ada pada diri kita
Sesungguhnya Allah telah membeli
dari orang-orang mukmin nyawa dan harta mereka dengan memberikan surga
untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh
atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam
Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya
(selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah
kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar (TQS at-Taubah [9]: 111)
Presentasi Terkait: Solusi Total Masalah Palestina
follow @felixsiauw untuk diskusi lebih lanjut
sumber: http://felixsiauw.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar