Jumat, November 09, 2012

Hijab and Beauty

4 September  diperingati sebagai hari hijab internasional, ada beberapa versi yang melatarbelakanginya,, ya, anda bisa searching sendiri lah soal itu, :D

Hijab atau ħijāb (bahasa Arab: حجاب ) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Jadi sebenarnya hijab itu tidak spesifik kepada mode pakaian tertentu. Tetapi apabila kita searching gambar hijab di internet maka yang muncul adalah gambar kerudung. Padahal bukan berarti hijab sama dengan kerudung karena keduanya berbeda. Untuk kerudung, itu sudah tercantum dalam surat An-Nur: 31. Sedangkan untuk menutupi tubuhnya(muslimah), tercantum dalam Al-Ahzab: 59, dan ini juga bukan hijab.

Tapi entah kenapa, fenomena yang terjadi saat ini adalah hijab itu seperti jenis trend berbusana teranyar.. Sampai anda bisa menemukan tutorialnya di setiap penjuru internet, ada juga bukunya.. Ya, mungkin taun ini adalah angin segar untuk pengguna hijab di negri ini khususnya.

Siapa sih yang ga seneng kalo muslimah-muslimah saudari kita menutup auratnya?
Saya termasuk orang yang paling berbahagia ketika melihat satu persatu saudara semuslim mulai menutupi auratnya,, :D

Tapi dibalik keramaian ini tersimpan satu kemirisan. Ya, siapa yang tidak sedih ketika saudara-saudaranya berusaha untuk terikat hukum syara tapi ternyata malah salah cara. Siapa yang salah kalo kaya gini?
#tapi saat ini bukan waktunya untuk mencari kambing hitam

Suatu hari ketika berjalan menuju ke suatu tempat, saya terkaget melihat seorang muslimah yang katanya sih menutup aurat tapi ya itu tadi malah salah cara. Sebagai deskripsi, jadi fulanah ini menggunakan celana panjang sejenis jeans, t-shirt dengan lengan panjang dan yang bikin saya kaget adalah ternyata ia menyematkan sejenis 'jepit rambut' di kerudungnya! Dari situ lah saya berfikir, apakah kerudung itu hanya dianggap sebagai hiasan kepala penutup rambut? Saya tidak menyalahkan fulanah, tapi saya menyalahkan caranya itu. Apa mungkin besok-besok saya akan melihat muslimah yang pake bando di luar kerudung kali ya? :P

Nah, dari segi menutup aurat, jelas fulanah hanya sebagian menutup auratnya karena kakinya masi terlihat, padahal batasan aurat seorang muslimah adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Lalu kerudung yang ia hiasi itu termasuk tabarruj. Secara bahasa tabarruj adalah menampakkan perhiasan (atau berhias) dan tempat perhisan (di bagian tubuhnya yang termasuk aurat) kepada orang-orang yang bukan mahromnya. Jelas dengan berhias akan memalingkan pandangan orang lain menuju perhiasan yang kita kenakan.

Dan kerudungnya tidak memenuhi syarat kerudung karena dalam An-Nur: 31, ‘Katakanlah kepada perempuan yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya(auratnya)  kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya,.......’. Jadi syarat kerudung itu adalah menjulur hingga menutupi dadanya. Nah disinilah masi banyak muslimah yang keliru. Apabila niat menggunakan kerudung itu untuk menutupi aurat atas perintah Allah sudah tentu dia akan menggunakan kerudung sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh Syara’. Berfikirlah sebaliknya, jadi apabila kerudungnya tidak  memenuhi syarat, maka niatnya bukan karena Allah.

Lalu, celana dan t-shirt untuk menutupi tubuhnya. Allah berfirman dalam Al-Ahzab: 59, ‘Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka...”. Jilbab berasal dari kata jalaba, berarti menghimpun dan membawa. Artinya jilbab adalah pakaian terusan yang menjulur yang menutupi tubuh kita.

Tapi kenapa ya sekarang ini malah para muslimah berlomba mempercantik diri dengan berbagai gaya “hijabnya”? Sampai ada pula ajang pemilihan putri kecantikan ala muslimah.. lagi-lagi perempuan menjadi objek explorasi.

Ayolah sis, secantik apapun kamu dengan pakaianmu yang tidak syar’i itu tidak bernilai pahala bahkan menjadi dosa, karena menutup aurat itu wajib bukan sunah. Ketika kamu meninggalkannya kamu akan mendapat dosa, kamu dapat minus bukan hanya nol.

Penilaian siapa kah yang kita khawatirkan? Apakah kamu lebih suka dinilai cantik oleh manusia di banding dinilai taat oleh Allah? Siapa yang sebenarnya akan menghisabmu di akhirat kelak? Standar siapa yang akan dijadikan acuan untuk menghisab? Standar manusia atau standar Allah?

Lihatlah gambar di atas, kerudung bukanlah sebatas penutup kepala kawan, tapi ia adalah komitmen bukti ketaatanmu kepada Rabbmu. Sejauh mana kita taat kepada Sang Pemberi Hidup?

Berhentilah menjadi budak dari sistem rusak! Sistem yang memperdaya mu untuk selalu mengenakan topeng dihadapan manusia. Sedangkan kau lupa Tuhanmu selalu memperhatikanmu. Cantik itu bukanan tiket masuk Syurga. Fisik kita adalah ketentuan dari-Nya. Sejauh mana kita menerima ini semua. Bukan bentuk fisik ini yang akan dihisab, tapi bagaimana penerimaan kita terhadap ketentuannya.

Teruslah belajar dan berproses kawan. Tak pernah ada kata terlambat ketika ruh belum terpisah dari raga. Mulailah berfikir jauh kedepan melebihi dari apa yang bisa dilihat dengan mata kita. Kampung Akhirat itu benar adanya. Taatlah kepada Allah jika memang kau ingin selamat, belajarlah karena kesalahan adalah akibat dari kurangnya ilmu. Perdalamlah agamamu yang sempurna ini, sungguh ia sempurna dan satu-satunya yang sempurna. Karena kita tak akan tau kesempurnaanya ketika kita tak mengenalnya. :)

#ini bukan kritik, ini hanya bentuk kasih sayang kepada saudara seiman, untuk mengingatkan untuk belajar bersama lebih dekat kepada Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aksi Mujahid 212: Saatnya Ulama dan Umat Bersatu Terapkan Syariah Kaffah

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Sabtu (28/9/19), telah berlangsung Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI di Jakarta. Aksi yang diselenggarakan...