4 September diperingati sebagai hari hijab internasional,
ada beberapa versi yang melatarbelakanginya,, ya, anda bisa searching sendiri
lah soal itu, :D
Hijab atau ħijāb (bahasa Arab: حجاب ) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti
penghalang. Jadi sebenarnya hijab itu tidak spesifik kepada mode pakaian tertentu.
Tetapi apabila kita searching gambar hijab di internet maka yang muncul adalah gambar
kerudung. Padahal bukan berarti hijab sama dengan kerudung karena keduanya
berbeda. Untuk kerudung, itu sudah tercantum dalam surat An-Nur: 31. Sedangkan
untuk menutupi tubuhnya(muslimah), tercantum dalam Al-Ahzab: 59, dan ini juga
bukan hijab.
Tapi entah kenapa, fenomena yang terjadi saat ini adalah hijab itu seperti
jenis trend berbusana teranyar.. Sampai anda bisa menemukan tutorialnya di
setiap penjuru internet, ada juga bukunya.. Ya, mungkin taun ini adalah angin
segar untuk pengguna hijab di negri ini khususnya.
Siapa sih yang ga seneng kalo muslimah-muslimah saudari kita menutup
auratnya?
Saya termasuk orang yang paling berbahagia ketika melihat satu persatu
saudara semuslim mulai menutupi auratnya,, :D
Tapi dibalik keramaian ini tersimpan satu kemirisan. Ya, siapa yang tidak
sedih ketika saudara-saudaranya berusaha untuk terikat hukum syara tapi
ternyata malah salah cara. Siapa yang salah kalo kaya gini?
#tapi saat ini bukan waktunya untuk mencari kambing hitam
Suatu hari ketika berjalan menuju ke suatu tempat, saya terkaget melihat
seorang muslimah yang katanya sih menutup aurat tapi ya itu tadi malah salah
cara. Sebagai deskripsi, jadi fulanah ini menggunakan celana panjang sejenis
jeans, t-shirt dengan lengan panjang dan yang bikin saya kaget adalah ternyata
ia menyematkan sejenis 'jepit rambut' di kerudungnya! Dari situ lah saya
berfikir, apakah kerudung itu hanya dianggap sebagai hiasan kepala penutup
rambut? Saya tidak menyalahkan fulanah, tapi saya menyalahkan caranya itu. Apa
mungkin besok-besok saya akan melihat muslimah yang pake bando di luar kerudung
kali ya? :P
Nah, dari segi menutup aurat, jelas fulanah hanya sebagian menutup auratnya
karena kakinya masi terlihat, padahal batasan aurat seorang muslimah adalah
seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Lalu kerudung yang ia hiasi
itu termasuk tabarruj. Secara bahasa tabarruj adalah menampakkan perhiasan
(atau berhias) dan tempat perhisan (di bagian tubuhnya yang termasuk aurat)
kepada orang-orang yang bukan mahromnya. Jelas dengan berhias akan memalingkan
pandangan orang lain menuju perhiasan yang kita kenakan.
Dan kerudungnya tidak memenuhi syarat kerudung karena dalam An-Nur: 31, ‘Katakanlah kepada perempuan yang beriman: “Hendaklah
mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka
menampakkan perhiasannya(auratnya) kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan
hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya,.......’. Jadi syarat
kerudung itu adalah menjulur hingga menutupi dadanya. Nah disinilah masi banyak
muslimah yang keliru. Apabila niat menggunakan kerudung itu untuk menutupi
aurat atas perintah Allah sudah tentu dia akan menggunakan kerudung sesuai
dengan apa yang telah ditetapkan oleh Syara’. Berfikirlah sebaliknya, jadi
apabila kerudungnya tidak memenuhi syarat, maka niatnya bukan karena Allah.
Lalu, celana dan t-shirt untuk menutupi tubuhnya. Allah berfirman dalam
Al-Ahzab: 59, ‘Wahai Nabi! Katakanlah
kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah
mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka...”. Jilbab berasal
dari kata jalaba, berarti menghimpun dan membawa. Artinya jilbab adalah pakaian
terusan yang menjulur yang menutupi tubuh kita.
Tapi kenapa ya sekarang ini malah para muslimah berlomba mempercantik diri
dengan berbagai gaya “hijabnya”? Sampai ada pula ajang pemilihan putri
kecantikan ala muslimah.. lagi-lagi perempuan menjadi objek explorasi.
Ayolah sis, secantik apapun kamu dengan pakaianmu yang tidak syar’i itu
tidak bernilai pahala bahkan menjadi dosa, karena menutup aurat itu wajib bukan
sunah. Ketika kamu meninggalkannya kamu akan mendapat dosa, kamu dapat minus
bukan hanya nol.
Penilaian siapa kah yang kita khawatirkan? Apakah kamu lebih suka dinilai
cantik oleh manusia di banding dinilai taat oleh Allah? Siapa yang sebenarnya
akan menghisabmu di akhirat kelak? Standar siapa yang akan dijadikan acuan
untuk menghisab? Standar manusia atau standar Allah?
Lihatlah gambar di atas, kerudung bukanlah sebatas penutup kepala kawan,
tapi ia adalah komitmen bukti ketaatanmu kepada Rabbmu. Sejauh mana kita taat
kepada Sang Pemberi Hidup?
Berhentilah menjadi budak dari sistem rusak! Sistem yang memperdaya mu
untuk selalu mengenakan topeng dihadapan manusia. Sedangkan kau lupa Tuhanmu
selalu memperhatikanmu. Cantik itu bukanan tiket masuk Syurga. Fisik kita
adalah ketentuan dari-Nya. Sejauh mana kita menerima ini semua. Bukan bentuk
fisik ini yang akan dihisab, tapi bagaimana penerimaan kita terhadap
ketentuannya.
Teruslah belajar dan berproses kawan. Tak pernah ada kata terlambat ketika
ruh belum terpisah dari raga. Mulailah berfikir jauh kedepan melebihi dari apa
yang bisa dilihat dengan mata kita. Kampung Akhirat itu benar adanya. Taatlah
kepada Allah jika memang kau ingin selamat, belajarlah karena kesalahan adalah
akibat dari kurangnya ilmu. Perdalamlah agamamu yang sempurna ini, sungguh ia
sempurna dan satu-satunya yang sempurna. Karena kita tak akan tau kesempurnaanya
ketika kita tak mengenalnya. :)
#ini bukan kritik, ini hanya bentuk kasih sayang kepada saudara seiman,
untuk mengingatkan untuk belajar bersama lebih dekat kepada Allah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar