Selasa, Desember 25, 2012

Kepribadian Islam


Belakangan muncul istilah ‘Islam KTP’ eh ada sinetronnya juga malah, dan ternyata banyak yang nonton sinetron ini. Atau beberapa taun ke belakang ada istilah ‘STMJ’ a.k.a ‘sholat terus, maksiyat jalan’. Pernah mikir ga kenapa istilah-istilah aneh beginian bisa muncul? Dulu sebelum mengkaji Islam, jujur saya tuh aneh ngedenger istilah kaya gitu. Ko bisa ya ada istilah yang kaya gini? Saya jadi bingung dan mempertanyakan apa boleh ‘STMJ’ itu? Atau memang adakah istilah ‘Islam KTP’ di dalam Islam sendiri?

Bingung lah saya hingga beruntungnya saya dipertemukan Allah dengan orang-orang yang sholiha, yang tidak pelit membagi ilmunya kepada saya. Dari sejak itulah saya mulai intensif mempelajari Islam. Menyelami setiap dahan, ranting, daun-daun hingga buah di dalam Islam, tentu sebelumnya mengkaji dari akarnya.
Kajian itu membuat saya membuka mata, hati dan telinga. Menyadari setiap kebenaran dan kesempurnaan Islam, lalu menjadikannya sebagai keyakinan yang kuat. Dan terus mencoba agar semua pemahaman itu dapat mengkristal di dalam diri saya, semoga, aamiin :)

Dari sanalah saya tau bahwa Islam bukanlah sekedar agama ritual semata, maksudnya Islam tidak hanya mengatur urusan ibadah saja. Tapi ternyata ia mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Dari bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, kemanan dan pertahanan. Tentu tentang pendidikan dan kesehatan pun ada. Tentu anda yakin kan bahwa Al-Qur’an itu mencakup ilmu apa pun tanpa kecuali. Karena memang Islam mengatur kehidupan kita dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, dan Islam punya aturan tentang bagaimana masuk toilet hingga masuk Syurga. Betul-betul sempurna bukan? Sehinggah Islam menjadi agama yang khas, bukan sekedar agama tapi ia punya seperangkat aturan (sistem) yang mengatur kehidupan kita. Maka dari sini, Islam tidak sekedar agama tetapi Islam adalah sebuah ideologi (landasan hidup) yang darinya semua problematika hidup dapat dipecahkan. Ya simple nya kita bisa bilang kalo Islam adalah solusi dari segala problematika kehidupan.. :D

Lalu, Islam pun mempunyai beberapa karakteristik, di antaranya adalah; syamil (menyeluruh), kamil (sempurna), universal, manusiawi, aplikatif dan tetap. Sebetulnya enam karakteristik ini masih ada penjelasan terperincinya, mungkin lain kali saya akan perinci ditulisan berikutnya, atau mungkin jika anda penasaran anda bisa hubungi saya langsung untuk mendapat rinciannya, tentu jika anda seorang muslimah. :)

Nah kembali ke istilah ‘Islam KTP’, jika saya analisis (ciee, maklum emang kerjaanya analisa di laboratorium, hehe) istilah itu muncul karena memang ada sebagian orang Islam (muslim) yang tidak merepresentasikan ajaran Islam di dalam kehidupannya. Arti dari istilah ‘Islam KTP’ itu sendiri kan ketika seseorang menjadikan Islam hanya sebagai label, bukan sebagai pegangan hidupnya. Nyambung ke istilah ‘STMJ’, mungkin bisa dibilang 'STMJ' ini manifestasi dari ‘Islam KTP’. Jadi orang yang menjadikan Islam hanya sebagai label, maka dia akan ‘sholat sih masih tapi maksiyat juga ga ketinggalan’. Haduh -__-

Ini terjadi karena pemahaman mereka terhadap Islam kurang. Mereka tidak menyadari kesempurnaan Islam maka mereka pun tidak mencari bagaimana Islam lebih jauh mengatur kehidupannya. Tentu saja ini adalah kesalahan yang fatal. Kita tak akan masuk Syurga hanya dengan sholat aja sis! Bagaimana tentang hukum pembagian harta warisan, bagaimana hukum bayi tabung, bagaimana tentang pengelolaan sumber daya alam oleh negara, bagaimana Islam memandang toleransi antar umat beragama, bagaimana siroh Nabi Muhammad, dan masih banyak lagi hal-hal yang belum kita ketahui. Kita memang tak akan pernah merasa cukup dengan tau Islam ala kadarnya. Bukankah Syurga yang ingin kita masuki adalah Syurga yang sama dimasuki oleh ‘Aisyah, Fatimah bahkan Khodijah? Lalu mengapa amal dan ilmu kita sangat minimal? Apalagi jika dibandingkan para shohabiyat? Serius pengen masuk Syurga? Maka kita pun harus menyeriusi kehidupan ini. Hey, bukti keseriusan itu adalah tindakan. Saya tidak akan percaya jika anda mengatakan anda orang yang suka menolong, tetapi anda diam ketika melihat orang lain terjatuh misal ketika sedang menyebrang dijalan. Buktikanlah keseriusan mu!

Begini teman, di dalam Islam ada yang namanya Syakhshiyah (kepribadian). Syakhshiyah pada setiap manusia terbentuk oleh ‘aqliyah (pola pikir) dan nafsiyah (pola sikap). Jadi bentuk fisik, wajah, dsb bukan lah unsur pembentuk syakhshiyah ya.

‘Aqliyah (pola pikir) adalah cara yang digunakan untuk memikirkan sesuatu, singkatnya ia adalah pola pikir seseorang, dengan landasan apa ia berpikir. Sedangkan nafsiyah (pola sikap) adalah cara yang digunakan seseorang untuk memenuhi tuntutan ghorizah (naluri) dan hajat al-‘adhawiyah (kebetuhan jasmani); yakni upaya memenuhi tuntutan tersebut berdasarkan kaidah yang diimani dan diyakininya.
Syakhshiyah Islamiyah (kepribadian Islam) akan terbentuk jika ‘aqliyah dan nafsiyah nya pun Islami. Maksudnya pola pikir dan pola sikap orang tersebut berdasarkan aqidah Islam. Tetapi jika salah satunya tidak Islami maka tidak akan muncul kepribadian Islam, keduanya adalah syarat mutlak yang harus terpenuhi untuk terwujudnya kepribadian Islam.

Contoh, sesorang berfikir bahwa setiap masalah yang muncul dalam kehidupan harus diselesaikan dengan aturan Islam. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari dia tetap memakan harta riba, itu artinya pola pikir dia sudah Islami tetapi pola sikapnya tidak Islami. Atau walaupun ia memakan makanan yang halal dan tidak memakan makanan yang harom tapi ia percaya bahwa semua agama itu benar (pluralisme) maka dia pun tidak dikatakan berkepribadian Islam.

Jadi memang ‘aqliyah dan nafsiyah ini harus klop. Jika kedua aspek ini sama-sama dibangun atas dasar aqidah Islam maka akan terpancar kepribadian yang khas, yakni kepribadian Islam. Apakah anda pernah bertemu dengan sosok seorang muslim yang dia berpikir bahwa setiap amal itu harus terikat dengan aturan Islam lalu ia mempraktekkan dalam kehidupannya. Ia tidak berpacaran walaupun orang mengejeknya, ia menghindari riba ketika orang-orang di sekelilingnya menjadikan riba sebagai solusi dalam masalah ekonomi. Jika anda pernah mengindera sosok seperti itu, itulah sedikit cerminan tentang seorang muslim yang ber-syakhshiyah Islam.

Jika setiap muslim menyadari hakikat kepribadian Islam ini maka tidak ada lagi yang namanya ‘Islam KTP’ ataupun ‘STMJ’. Dan ingat ini bukan soal pilihan, kita mau menjadi muslim yang seperti apa? Kepribadian mana yang dapat menghantarkan kita ke dalam Jannah-Nya? Jika memang tujuan hidup kita untuk mendapat ridho-Nya. Bukankah kita amat nyaman jika bertemu dengan orang-orang yang berkepribadian Islam ini? Maka jadilah kita pun seperti sosok tersebut. Jika pun hari ini belum, maka berusahalah, bersabarlah dalam berproses. Mungkin tidak dalam waktu seminggu, sebulan, sesemester kita akan berubah. Mungkin tahun depan atau dua tahun ke depan, tapi berproseslah!! Memulai setiap kebaikan dari hari ini. :)

Dan tentu seharusnya ketika kita terus meng-up grade ‘aqliyah kita, maka nafsiyah kita pun menjadi ter-up grade. Seharusnya grafik antara ‘aqliyah dan nafsiyah itu linier. Semakin anda ‘penuh’ dengan tsaqofah-tsaqofah islam maka pola sikap anda pun akan lebih baik, lebin indah, dan lebih sempurna dimata Rabb kita.

Senin, Desember 24, 2012

Mengapa Doa Tak Kunjung Terkabul?


Tak ada satu manusia pun yang tak pernah berharap ataupun tak punya harapan. Nyaris semua orang pernah mengucap kata; ingin, mau, semoga, jika saja, seandainya, dsb. Berharap adalah aktivitas yang dilakukan oleh manusia secara universal, tanpa memandang suku, ras, agama, pendidikan, tingkat ekonomi atau ideologi sekalipun. Karena ia adalah bentuk penampakan dari ghorizah tadayyun atau naluri untuk mensucikan/menyembah sesuatu.

Manifestasi dari berharap ini adalah doa. Berharap ada Zat yang lebih kuat dari kita untuk memberi apa yang kita minta, memohon untuk dipenuhi kebutuhannya. Tidak salah jika anda menginginkan sesuatu lalu anda berdoa. Atau mungkin ketika anda dalam kondisi terjepit maupun berbahagia, yang anda lakukan adalah berdoa.

Doa adalah senjata yang tidak pernah meleset, panah yang tidak pernah gagal mengenai sasaran serta benteng kokoh tempat berlindung seorang Muslim. Tentu ini jika dipandang dari segi sudut pandang Islam.
Namun sayangnya, kebanyakan dari kita tidak menyadari urgensitas dari doa. Dan tidak mengerti hakikat dari berdoa. Mungkin masih ada sebagian orang yang berdoa hanya sekedar meminta agar keinginannya diwujudkan oleh Allah. Mereka akan fokus terhadap pengabulan doanya. Berdoa alakadarnya, tanpa meyadari bahwa berdoa adalah ibadah. Maka doa pun diucapkan dengan tergesa-gesa, tak terlihat bersungguh-sungguh, tidak yakin dan penuh harap, yaa tidak khusyu.

Umar bin al-Khaththtab ra. berkata, “Saya tidak terlalu peduli dengan pengabulan doa. Saya lebih fokus pada doanya itu sendiri. Sebab, jika saya diberi kesadaran untuk berdoa, doa saya pasti dikabulkan.”

Dengan doa, Allah SWT menyelamatkan Nabu Nuh as. beserta kaum mukmin serta menenggelamkan orang-orang kafir (lihat QS al-Qamar [54]: 10-14). Dengan doa pula, Allah SWT menyelamatkan Nabi Yunus as. dari perut ikan paus (lihat QS al-Anbiya [21]: 87-88). Dengan doa pula Allah SWT menghilangkan musibah Nabi Ayyub as. (lihat QS al-Anbiya [21]: 83-84). Dan Allah SWT menyelamatkan  Nabi Musa as. dari kejaran Fir’aun dan pasukannnya (lihat QS al-Qashash [28]: 21). Dan masih banyak contoh-contoh semisal yang menggambarkan betapa pentingnya doa.  Ia lah faktor penting bagi datangnya kebaikan, hilangnya keburukan, turunnya rahmat, sirnanya penderitaan dan tercapainya kemenangan.

Ketika doa pun sering kita panjatkan, maka kita pun sampai kepada pertanyaan ‘mengapa doa tak kunjung dikabulkan?’. Dan ada pula orang yang menanyakan hal ini lalu ia berhenti dari memanjatkan doa. Ia tak memiliki harapan lagi bahwa doanya akan dikabulkan. Sikap seperti ini dilarang oleh Rasulullah saw., “Doa salah seorang di antara kalian pasti dikabulkan selama tidak terburu-buru agar doanya segera dikabulkan hingga ia berkata, “Aku telah berdoa kepada Tuhanku, tetapi doaku tidak dikabulkan.” (HR al-Bukhori, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad). Dalam riwayat Muslim disebutkan: Ditanyakan, “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan terburu-buru?” Rasulullah saw. Bersabda, “Hamba itu berkata, “Aku berdoa dan terus berdoa, tetapi doaku tidak dikabulkan.”” (HR. Muslim)

Hendaknya kita tau, banyak sebab mengapa doa tidak segera Allah kabulkan, dan ada hikmah di balik tidak di kabulkannnya doa dalam waktu cepat. Di antara sebab dan hikmah itu adalah sebagai berikut:
1.       Boleh jadi penyebab tertundanya pengabulan doa kita adalah karena kita belum memenuhi syarat-syarat diterimanya doa. Kadang-kadang mungkin karena kita tidak menghadirkan kalbu kita saat berdoa, atau waktu berdoa kita bukan waktu dikabulkannya doa, atau kita berdoa tanpa disertai kekhusyuan, merendahkan diri, dan sikap pasrah secara total kepada-Nya serta syarat-syarat penting lainnya dalam berdoa.
2.       Boleh jadi, tidak dikabulkannya doa adalah karena sebab tertentu, atau karena dosa kita yang belum kita tobati, atau ada dosa yang tidak kita tobati dengan jujur, atau makanan kita mengundang syubhat, atau ada hak milik orang lain pada diri kita dan kita belum mengembalikannya. Rasulullah saw. pernah bersabda: Hai Saad (ibn Abi Waqqash), makanlah makanan yang baik-baik, niscaya engkau akan menjadi orang yang doanya dikabulkan.
3.       Boleh jadi Allah SWT sengaja menyimpan pahala dan balasan doa kita di akhirat kelak atau Allah menghilangkan keburukan dari kita. Diriwayatkan dari Ubadah bin Ash-Shamit ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:
“Tidaklah seorang Muslim yang ada di atas bumi berdoa kepada Allah dengan suatu doa kecuali Dia pasti mengabulkan doa itu atau menghilangkan keburukan darinya selama ia tidak berdoa untuk keburukan atau untuk memutuskan hubungan silaturahmi.” Seseorang berkata, “Bagaimana jika kita memperbanyak doa?” Rasulullah saw. Bersabda, “Allah lebih banyak lagi mengabulkan doanya atau menghilangkan keburukan darinya.” (HR at-tirmidzi, Ahmad dan al-Hakim).
4.       Penundaan terkabulnya doa merupakan ujian dari Allah SWT kepada hamba-Nya. Dengan itu Allah SWT ingin menguji keimanan orang itu dan menyeleksinya. Sebab, ketika doa tidak dikabulkan setan membisikkan pikiran jahat kepadanya dengan berkata, “Kemuliaan itu luas, sementara kebakhilan telah ditutup. Lalu apa faedahnya doa tidak segera dikabulkan?” Demikian pula dengan bisikan-bisikan jahat lainnya. Karena itu, seorang hamba Muslim harus melawan bisikan jahat seperti itu dan mengusirnya dari dirinya dengan segala sarana. Ia juga harus sadar bahwa jika hikmah dibalik doa tidak dikabulkan dengan segera ialah Allah ingin menguji hamba-Nya dengan cara memerangi iblis maka hikmah itu sudah cukup baginya.
5.       Hikmah lain doa tidak segera dikabulkan ialah seorang Muslim akan menyadari satu hakikat penting, yakni bahwa ia hanyalah hamba Allah, sementara Allah adalah Pemilik segala-galanya, dan Pemilik berhak berbuat apa saja terhadap miliknya, dengan cara memberi atau tidak memberi. Jika Dia mau memberi maka itu berasal dari karunia-Nya. Jika Dia tidak memberi maka itu adalah salah satu bentuk keadilan-Nya dan Dia memiliki alasan kuat di dalamnya. Dengan itu,  kita juga akan menyadari bahwa ternyata kita bukan buruh yang langsung marah jika gajinya tidak segera diberikan dan kita tau makna sabda Rasulullah saw. setelah Perdamaian Hudaibiyah, “Aku adalah Rasulullah dan Allah tidak akan pernah menelantarkanku.” (HR. Al-Bukhori, Muslim dan Ahmad)
Ketika doa tidak segera dikabulkan maka iman seseorang teruji dan terlihat perbedaan antara Mukmin sejati dan Mukmin ‘palsu’. Sikap Mukmin sejati tidak berubah terhadap Tuhannya ketika doanya tidak segera dikabulkan dan ia malah semakin rajin beribadah kepada-Nya.
Setiap muslim juga harus ingat bahwa ketika Nabi Ya’qub as. kehilangan putranya Nabi Yusuf as., beliau tidak henti-hentinya berdoa dan berdoa. Akan tetapi, pengabulan beliau tertunda hingga waktu yang lama hingga ada yang mengatakan, “Nabi Ya’qub berdoa selama empat puluh tahun.”
6.       Kadang-kadang doa yang tidak segera dikabulkan itu membuat kita selalu berdiri dihadapan Allah SWT, selalu merendahkan diri dan berlindung kepada-Nya. Sebaliknya, jika permintaan kita dikabulkan maka kita lebih sibuk, lalu kita melupakan Allah swt; tidak lagi meminta dan berdoa kepada-Nya. Padahal doa adalah inti ibadah. Inilah realitas sebagian besar kita. Buktinya, saat tidak ada cobaan, kita tidak berlindung diri kepada Allah SWT.
7.       Boleh jadi tatkala doa kita segera dikabulkan Allah SWT, kita malah terjatuh dalam perbuatan dosa, atau menimbulkan madarat pada agama kita, atau memunculkan fitnah bagi kita, atau apa yang kita minta itu sekilas baik bagi kita padahal sebetulnya buruk bagi kita; teruama bagi orang yang tidak berdoa dengan doa-doa yang diriwayatkan dari Rasulullah saw. dan mengajukan permintaan tertentu kepada Allah SWT.
8.       Setiap doa memiliki ketentuan dan takaran. Sesungguhnya tidak masuk akal jika hari ini kita berdoa agar Khilafah berdiri, lalu kita menunggu dengan harapan besok pagi terwujud. Doa yang agung ini dan kejadian amat penting dan sulit ini tentu mempunyai ketentuan, takaran, syarat, sebab, prolog, hasil, kerja keras, pengorbanan besar serta kaderisasi generasi yang dididik Allah SWT secara langsung dan Dia siapkan untuk berkuasa di atas muka bumi.
Seorang ahli tafsir menyebutkan betapa jauhnya jarak doa Nabi Musa as. dan pengabulannya oleh Allah SWT, yakni empat puluh tahun (lihat QS Yunus [10]: 88-89)

Mari kita renungkan perkara ini. Pihak yang berdoa adalah Nabi Musa as., salah seorang dari para rasul yang digelari Ulul Azmi. Lalu pihak yang meng-amin-kan ialah Nabi Harun as,. Juga seorang nabi yang mulia. Keduanya telah memenuhi syarat dan adab berdoa. Kemudian pihak yang didoakan celaka ialah Fir’aun dan para kroninya, yang notabene manusia paling zalim, fasik dan kafir saat itu. Meski begitu, doa Nabi Musa as. tidak segera dikabulkan. Itulah takaran dan ketentuan doa tersebut. Padahal dia bukan sembarang doa. Poin ini sangat penting bagi siapa saja yang merenungkan dan memikirkannya.





Referensi: Pesan-pesan Menggugah untuk pengemban dakwah - Dr. Najih Ibrahim – Al Ahzar Press

Minggu, Desember 09, 2012

صديق حقيقي

Ini cerita tentang teman. Nyatanya teman adalah sesuatu yang kita butuhkan di dunia ini. Saking butuhnya tak jarang kita pun menyengaja mencarinya. Memang, manusia tak bisa hidup sendiri.
Teman seperti apa yang menemani kita adalah tergantung pilihan kita. Kita mau yang seperti apa? Atas dasar apa kita berteman? Banyak yang berteman karena punya kesamaan dan kecocokan, baik itu hobi, kesukaan, tingkah laku, pemikiran dll. Menurut saya pribadi pertemanan adalah sebuah ikatan. Tapi bukan ikatan yang kuat, itu fleksibel terkadang bisa menjadi kuat tapi sering pula ia melemah, tergantung ikatan seperti apa yang di buat pada saat memulainya.
Tentunya kita amat sering mendengar istilah sahabat sejati. Tapi sampai saat ini saya tidak meyakini keberadaannya. Karena lumrahnya di masyarakat sahabat sejati itu di artikan sebagai teman yang selalu mengiringi kita, yang selalu ada di saat kita susah dan saat kita bahagia, yang selalu ada untuk kita, menolong kita. Apakah begitu menurut anda? Jika iya, anda yakin ada orang yang seperti itu bagi anda? Mungkin  yang baca tulisan ini, ada sebagian yang setuju ada juga yang tidak.
Jika anda pernah kecewa kepada seorang teman dekat karena ia sekali tidak bisa menemani anda, apa yang anda lakukan? Tak mau lagi berbicara dengannya kah? Langsung mencoret daftar namanya dari list teman sejati anda? Adakah seseorang yang menjadi satelit anda? Selalu mengitari anda dan mendampingi anda di setiap waktu anda, layaknya bulan yang dengan setia  mengiringi bumi? Tidak ada bukan? Jika arti sahabat sejati menurut anda adalah seperti di atas, maka satu-satunya yang layak di sebut sahabat sejati adalah malaikat. Tak ada yang lebih setia dalam mengiringi kita selain dia, yang senantiasa mencatat amal sholih dan amal buruk kita.
Jadi tak usah lah muluk berharap akan ada orang yang senantiasa di sisi anda. Nyatanya orang tua pun tak mengiringi kita di sekolah, teman pun tak menemani kita di rumah. Maka tak ada satu pun yang benar-benar bersama-sama kita di setiap waktu. Tak ada yang selalu ada di saat kita butuh. Teman pun punya kepentingan lain bukan?
 Jika anda ingin tau kisah sahabat yang benar-benar sejati, lihatlah Abu Bakar yang setia menemani Rasulullah. Apakah mereka selalu bersama dan tak terpisahkan? Tidak kawan, mereka pun pernah berpisah. Mereka punya keluarga masing-masing, tapi ikatan mereka lah yang sangat kuat. Hingga Abu Bakar bersedia meninggalkan keluarganya di Mekkah untuk menemani Rasul hijrah ke Madinah. Itulah contoh sahabat sejati, saling menyemangati dan menguatkan. Amar ma’ruf tanpa kenal lelah. Saling mencintai karena Allah dan ikatan yang mereka bangun adalah ikatan yang berlandaskan aqidah, yakni aqidah Islam. Sebuah kisah persahabatan yang sangat indah. Abu Bakar selalu mendahulukan keperluan Rasul di banding keperluannya. Apakah artinya mereka selalu bersama? Tidak. Karena sahabat sejati itu bukan di lihat dari frekuensi pertemuan, tapi ia di ukur oleh keridhoan untuk saling mengingatkan dan saling menolong. Hingga akhirnya senantiasa berdoa untuk kebaikannya, membelanya di saat jauh, menutupi aibnya. Itulah keindahan persahabatn yang di bangun atas dasar aqidah Islam, bukan hubungan yang di bangun atas dasar manfaat. Selama cocok hobinya ya berteman, tapi ketika sudah beda maka berakhir pula ikatan tersebut.
Teman sejati itu bukanlah yang selalu mendukung apa yang anda lakukan dan mengiyakan apa yang anda inginkan. Tapi dia adalah yang mengajak anda kepada kebaikan dan mencegah anda dari keburukan. Punyakah anda sosok seperti itu? Tak mudah memang untuk mencarinya. Karena kebanyakan asas pertemanan itu adalah asas manfaat, sama-sama nyari tugas, sama-sama suka boyband. Ketika sukanya hilang maka teman pun hilang, ikatan yang lemah dan sementara.
Bayangkan, jika anda punya teman yang anda kenal karena anda belajar Islam. Menyelami hal yang sama dan bersama. Membentuk pemikiran dan kepribadian yang sama. Hingga akhirnya berjuang bersama untuk Islam, bukan kah itu sangat indah? Dahsyatnya lagi, ikatan itu sangatlah kokoh, karena itu tak hilang di telan masa. Dia akan tetap ada hingga kita di kumpulkan kembali di alam sesudah alam dunia. Yang menjadi saksi adalah perkataan “aku mencintai mu karena Allah”, bukan, ini bukan gombal. Karena kata-kata ini pun bukan kata kosong, ini kata yang butuh pembuktian. Kata ini adalah sebuah keputusan untuk menjalin hubungan dengan seseorang (sesama jenis) berdasarkan kecintaan kepada Rabb kita. Artinya dalam pertemanan ini kita tunduk patuh kepada syariat-Nya. Ini mengharuskan kita tau akan tsaqofah Islam yang amat luas. Menolongnya karena Allah bukan karena pamrih. Manasihatinya walaupun kita enggan. Mengajaknya kepada kebaikan walaupun ia tak suka. Indahnya jika hubungan ini tetap utuh hingga ke dalam Jannah-Nya.

*to my friends: thank you for accompanying me, even though we are not the perfect way, but hopefully we complement each other. it is wonderful to know you from the beginning step and hope it will be with up until the end of this step. hope to meet again in heaven.

Jumat, November 16, 2012

Solusi Total Masalah Palestina: Khilafah Islamiyyah!

Solusi Total Masalah Palestina: Khilafah Islamiyyah!
Invasi Israel ke Jalur Gaza masih berlanjut, sejak tanggal 27 Desember bertepatan dengan peringatan Tahun Baru (Muharam) Islam, sampai dengan tulisan ini diturunkan, lebih dari 550 orang telah tewas dalam invasi biadab ini dan lebih dari 2500 lainnya luka berat dan ringan. Tulisan ini tidak bermaksud menambah kepedihan kaum muslim tentang banyaknya tulisan dan minimnya aksi, lebih kepada agar kita memiliki kesadaran politik tentang akar masalah Palestina dan memperjuangkan solusinya.
Akar Masalah Palestina: Runtuhnya Khilafah
Tanah itu bukan milikku, tetapi milik ummatku
(Khalifah Abdul Hamid II, 1897)
Nasihati Dr. Hertzl supaya jangan meneruskan rencananya.
Aku tidak akan melepaskan walaupun segenggam tanah ini (Palestina),
karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam.
Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini
dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka.
Yahudi silakan menyimpan harta mereka.
Jika Daulah Khilafah Utsmaniyah dimusnahkan pada suatu hari,
maka mereka boleh mengambil Palestina tanpa membayar harganya.
Akan tetapi, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku
daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Daulah Islamiyah.
Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi.
Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup

(Khalifah Abdul Hamid II, 1902)
Inilah pernyataan Khalifah kaum muslimin sebelum Khilafah Islam dihapuskan oleh laknatullah Musthafa Kamal di Turki tahun 1924. Isi pernyataan ini menggambarkan ketegasan kaum muslimin yang diwakili oleh Khalifahnya dalam memandang wilayah kesatuan kaum muslim.
Khilafah Islamiyyah adalah satu kepemimpinan global bagi kaum muslim diseluruh dunia yang diwajibkan oleh rasulullah Muhammad saw. untuk mengurusi urusan ummat dan melindungi ummat.
Dulu Bani Israil diurus urusannya (tasusu) oleh para Nabi. Setiap kali seorang Nabi meninggal, Nabi yang lain menggantikannya.  Sesungguhnya tidak ada Nabi sesudahku dan akan ada para khalifah, yang berjumlah banyak” Para sahabat bertanya “Lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi saw. Bersabda: “Penuhilah baiat yang pertama saja, dan berikanlah kepada mereka yang berhak.  Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas apa saja yang mereka urus (HR. Bukhari)
Khilafah Islamiyyah berawal setelah berakhirnya masa kenabian yang terakhir (Rasul Muhammad saw.), diawali dengan khulafa ar-rasyidin, dilanjutkan dengan khalifah yang lain yang tanpa putus-putusnya memberikan perlindungan kepada ummat. Dalam masa itu, sejak tahun 623 – 1924 M, ummat Islam bersatu dalam satu kepemimpinan di seluruh dunia, pada masa Kekhalifahan Utsmaniyyah, wilayah kaum muslim meliputi lebih dari 1/3 dunia termasuk didalamnya wilayah Palestina.
Pada awal abad ke 20, Kekhilafahan Utsmaniyyah terjebak mengikuti perang dunia pertama yang berakhir pada kekalahan pihak Jerman dan Khilafah, setelah itu wilayah khilafah dipecah menjadi negara-negara yang lebih kecil dan diserahkan kepengurusannya kepada UK dan Prancis selaku sekutu pemenang perang. Dari sinilah petaka kaum muslimin dimulai.
Kaum zionis yahudi yang dimotori oleh keluarga bankir Rothchilds dan pion mereka Theodore Hertzl, memang sejak awal berniat mendirikan negara untuk menampung kaum yahudi yang ditolak di berbagai tempat di dunia, dan tanah palestina yang mereka anggap sebagai tanah terjanji sejak awal telah mereka incar. Pada tanggal 2 November 1917, pemerintahan Inggris menyetujui pendirian negara israel di tanah palestina lewat deklarasi Balfour. Deklarasi ini sekaligus mengawali pemerintahan militer di tanah Palestina dengan Jendral Allenby yang ditugaskan UK untuk melindungi eksodus penjajah yahudi ke tanah Palestina.
Departemen Luar Negeri 2 November 1917
Lord Rothschild yang terhormat, Saya sangat senang dalam menyampaikan kepada Anda, atas nama Pemerintahan Sri Baginda, pernyataan simpati terhadap aspirasi Zionis Yahudi yang telah diajukan kepada dan disetujui oleh Kabinet.
“Pemerintahan Sri Baginda memandang positif pendirian di Palestina tanah air untuk orang Yahudi, dan akan menggunakan usaha keras terbaik mereka untuk memudahkan tercapainya tujuan ini,
karena jelas dipahami bahwa tidak ada suatupun yang boleh dilakukan yang dapat merugikan hak-hak penduduk dan keagamaan dari komunitas-komunitas non-Yahudi yang ada di Palest
ina, ataupun hak-hak dan status politis yang dimiliki orang Yahudi di negara-negara lainnya .“ Saya sangat berterima kasih jika Anda dapat menyampaikan deklarasi ini untuk diketahui oleh Federasi Zionis.
Salam, Arthur James Balfour
Tak lama setelah itu, pada Desember 1922, Liga Bangsa Bangsa (League of Nations) yaitu cikal bakal PBB (United Nations), kemudian memberikan landasan yudisial yang lebih kuat bagi UK dengan memberikan mandat pengaturan wilayah Palestina, setelah itu, eksodus kaum yahudi pun meningkat pesat, sedikitnya 1,3 juta kaum yahudi bermigrasi dari seluruh dunia ke tanah palestina, sejak saat itu, kaum muslimi di palestina diusir dan dibunuh tanpa ada pembelaan dari siapapun.
Puncaknya, pada 29 November 1947, PBB mengumumkan persetujuan berdirinya negara Israel yang diamini oleh AS, dengan wilayah Israel yang meliputi 55% tanah palestina, yang diikuti dengan deklarasi pendirian negara Israel oleh PM pertama David Ben-Gurion, yang segera melakukan pengusiran dan pembunuhan lebih besar lagi kepada kaum muslim di palestina.
Setelah Israel berdir, negara-negara tetangga Palestina yaitu Mesir, Yordan, Libanon dan Siria mengumumkan perang kepada Israel, perang ini terjadi pada tahun 1948,  1956, 1967 dan 1973. Perang Arab-Israel ini tidak lebih adalah perang rekayasa dan hanya membuat mitos seolah-olah Israel tidak terkalahkan, dan ini juga bukti pengkhianatan pemimpin-pemimpin muslim (Mesir, Yordan dan Libanon) di wilayah tetangga Palestina. Terlebih setelah perang 6 hari di tahun 1967, wilayah israel bahkan bertambah menjadi 70%. Dan setelah itu, hingga hari ini, Israel dengan brutal menginvasi wilayah Palestina hingga menguasai lebih dari 90% wilayah Palestina.
Solusi Total Palestina: Khilafah Islamiyyah dan Jihad!
Pertanyaan yang muncul sekarang adalah, bagaimana solusi total masalah Palestina? Kepada siapakah ummat Islam bisa berharap? Kepada PBB?!, ini mustahil karena justru PBB adalah organisasi yang justru memberikan persetujuan dan pengakuan terhadap Israel. Faktanya, sampai sekarang PBB tidak pernah memberikan sanksi kejahatan perang yang telah dilakukan oleh AS dan Israel.
Kepada AS?!, apalagi, karena merekalah selama ini yang menganak emaskan Israel dan memberikan bantuan baik secara fisik dan pengaruh. Obama dalam pidatonya di AIPAC dengan jelas menyampaikan “Saya berjanji kepada Anda, bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kapasitas apapun, untuk tidak hanya menjamin keamanan Israel, tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu”, dia pun menjamin dana 50 juta dolar AS untuk membantu persenjataan Israel. Pendahulu Obama, Bush juga mengatakan dengan nada yang serupa ketika menyalahkan HAMAS dalam invasi Israel ke jalur Gaza.
Kepada organisasi HAM dan Demokrasi?!, inipun bathil, karena HAM dan Demokrasi adalah alat barat yang berstandar ganda, yang hanya berpihak apabila sang empunya yang mendapatkan masalah, dan hanya digunakan untuk menyudutkan kaum muslim. HAM ada ketika iraq dilengserkan untuk kepentingan minyak AS, tetapi HAM hilang ketika ribuan muslim Palestina dibantai. Demokrasi didengungkan dalam pemilihan presiden AS tetapi bisu saat ummat Islam menginginkan dipimpin oleh sistem Islam.
Kepada OKI?!, telah terbukti ternyata OKI hanyalah terdiri dari pengecut-pengecut yang berkumpul karena ada kepentingan selain Islam dan sudah menjadi rahasia umum bahwa mereka hanyalah boneka yang digerakkan AS. Arab Saudi merupakan pembeli senjata perang terbanyak buatan AS, tetapi tidak pernah menggunakannya untuk kepentingan kaum muslim. Mesir mempunyai universitas paling terkenal di dunia Islam, tetapi memfatwakan jihad dan mengirim tentaranya saja tidak mampu, bahkan mereka menutup pintu Rafah yang berhubungan langsung dengan Gaza serta menangkapi aktivis Islam yang membela saudara mereka di Palestina.
Kepada pemerintah Indonesia?!, rupa-rupanya menjaga perdamaian dunia masih menjadi isapan jempol pengantar tidur bagi anak-anak saja, tidak ada faktanya. Bahkan presiden Indonesia dalam salah satu pidatonya menyatakan bahwa “Ini bukan perang agama”, untuk menutupi fakta yang sebenarnya.
Berharap akan berdirinya dan berdamainya Israel dan Palestina?!, ini haram, karena tanah itu milik kaum muslim dan haram hukumnya membiarkan wilayah kita diambil oleh kafir yahudi. Kita tahu bahwa yang Israel inginkan justru pendirian negara Palestina merdeka yang mengambil wilayah diluar wilayah Palestina yang awal dan mengambil wilayah Yordan dan Mesir. Maka pendirian negara Palestina adalah haram karena berarti kita mengakui pendudukan tanah Palestina oleh Israel.
Jika kita melihat semua permasalahan ini, nyatalah, bahwa satu-satunya solusi bagi kaum muslim termasuk saudara kita di palestina adalah :
Kembalinya Kepemimpinan Global bagi Kaum Muslim, Kembalinya Khilafah Islamiyyah!
Khilafah-lah yang akan memimpin dan mengkomandoi 1,5 milyar kaum muslim di seluruh dunia untuk dan berjihad. Yang akan melindungi dan mempertahankan seluruh wilayah dan tanah kaum muslim. Khilafah dan Jihad!, dua kata untuk mengubur Zionis Yahudi. Inilah satu-satunya solusi yang diberikan Allah dan Rasulnya kepada kita
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai
(TQS ali-Imran [3]: 103)
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (khalifah) di antara kamu
(TQS an-Nisaa [4]: 59)

Perumpamaan kaum mukminin dalam saling cinta dan sayang mereka laksana satu tubuh, jikalau ada satu anggota tubuh yang mengeluh, maka seluruh tubuh ikut merasakan demam dan bergadang
(HR Bukhari dan Muslim)
Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana satu bangunan yang sebagiannya menguatkan sebagian lainnya
(HR Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, tidaklah kita mencukupkan pada aksi-aksi saja, kepada pengiriman bantuan saja, dan kepada protes dan pengutukan saja, tetapi lebih daripada itu, setiap ummat Islam mesti memiliki kesadaran politik bahwa satu-satunya solusi mereka adalah tegaknya kembali Khilafah Islam yang telah dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan secara sadar dan sistematis memperjuangkan tegaknya Khilafah itu dengan seluruh kekuatan yang ada pada diri kita
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin nyawa dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar (TQS at-Taubah [9]: 111)
 follow @felixsiauw untuk diskusi lebih lanjut


sumber: http://felixsiauw.com

Selasa, November 13, 2012

BOOMING K-WAVE

Kali ini mari kita bahas sesuatu yang lagi trend. Kira-kira apa ya? Setidaknya ketika tulisan ini dibuat, yang lagi heboh adalah K-wave! Tau lah siapa itu Super Junior atau SNSD (K-pop) ? Atau mungkin Boys Before Flower or Full House  (K-drama)? Ada juga tarian nyeleneh semacam Gangnam Style? Pada tau kan?

Ya, kehidupan dunia (setidaknya di Indonesia atau minimal dilingkungan tempat saya tinggal) ini nyatanya sedang diramaikan oleh berbagai macam hal yang berbau Korea. Mulai dari style, fashion, bahasa, apalagi ya? Sampai-sampai acara tv kuliner pun membahas makanan korea, acara traveling tujuannya korea. Dan ramai pula artis-artis indonesia yang berkolaborasi dengan artis korea, mulai dari proyek dibidang musik sampai film entah drama (ya saya kurang tau lah mengenai hal itu :D).

Luar biasa, K-wave telah masuk kesetiap sendi-sendi kehidupan kita. Ngeuh ga kita? Hebatnya mereka masuk dengan cara yang sangat halus, tanpa disadari (kaya hipnotis gitu kali ya). Eh, anehnya kalo mereka (masyarakat) dimasuki nilai-nilai Islam dalam hidupnya, kok mereka ngeuh banget ya? Dan kaya yang kurang suka gitu, pernyataan ini bukan tanpa alasan lho. Pasalnya kok setiap ada orang yang misalnya ikutan kajian intensif, terus berubah cara berpakaiannya jadi islami, dampaknya orang ini dicap fanatik lah, dibilang so alim lah atau so suci lah dan berbagai gelar lainnya. Dan anehnya gelar-gelar ini dicitrakan negatif ditengah-tengah masyarakat kita. Jelas beda halnya dengan orang yang sudah tersihir dengan gaya korea, tarolah mereka pake baju yang serba minim, kan mereka ga dikatain sekuler, so kotor, so maksiyat? Nah loh??

Artinya memang standar menilai masyarakat kita ini ada yang salah. Ada juga orang yang bela-belain nonton konser, mereka bisa lho nabung dari uang saku or uang gajinya buat sekedar nonton konser. Tapi yang saya belum tau itu adalah perbandingan sedekahnya sama uang yang dikumpulin buat konsernya itu lho. (#husnudzon, sedekahnya mungkin udah setengah uang gajinya setiap bulan ^^v )

Fakta yang saya temukan belakangan ini adalah ketika Rasulullah saw. kita dihina melalui film Innocence of Moslem, diwaktu yang berdekatan ada konser akbar artis K-pop pula. Ketebaklah apa yang mereka lakukan, ya tadi mereka bisa lho nonton konser. Dengan uang tabungan dan izin orang tua yang didapat dengan rayuan. Tapi saya belum liat apa aksi mereka ketika Rasul-Nya dihina. Dan saya pun tak tau apa yang sebagian orang tua fikirkan ketika mereka mengizinkan anaknya nonton konser ke luar kota tapi untuk izin kajian Islam dimesjid sekolah atau dekat rumah susahnya minta ampun. Sekali lagi ini menandakan adanya pergeseran (kemunduran) cara berfikir masyarakat.

Seperti yang sudah saya tulis di atas, K-wave ini tak terasa meresap ke dalam kehidupan kita. Dan anda tau? Saya termasuk korban K-wave ini. Ketika dulu masi berseragam putih-biru, musim-musimnya Full House, keluarga saya bukan tipe keluarga penonton tv, jadi saya ga kenal itu artis-artis korea. Sebetulnya ketertarikan saya itu tidak tumbuh dengan sendirinya, saya tau korea-korean itu dari teman dan tidak disengaja. Eh akhirnya keterusan sampai masa puti-abu. Sekitar pertengan masa-masa sekolah menengah, alhamdulillah saya mulai tertarik dengan Islam dan akhirnya mulai mengikuti kajian Islam. Di masa awal kajian, saya masih suka, tapi kadarnya sudah berkurang. Dulu saya pun sempat punya mv-mv K-pop. Nonton dramanya di tv, tapi untung ga sampe koleksi dvd nya, hehe. 

Dan akhirnya sampailah saya pada suatu hari dimana saya berfikir lebih mendalam.  Ketika itu saya mengobrol dengan teman yang baru memulai kajian dan ternyata dia pun suka (pake banget) sama kokoreaan itu. Saya berfikir, kok ga ada bedanya ya antara saya yang lebih dulu mengkaji dengan yang baru mengkaji. Akhirnya saya evaluasi diri saya. Sejak saat itulah muncul perasaan malu kepada Allah. Malu, dengan tumpukan ilmu yang sudah singgah di dalam otak saya. Terbersit pertanyaan ‘mana aplikasiny?’. Sejak saat itulah saya berazzam untuk menghindari K-wave. Saya mulai mengurangi nonton drama dan yang paling mengejutkan adalah saya menghapus semua lagu, mv dan foto-foto mereka dari pc saya. Dan anda tau rasanya bagaimana? Rasanya adalah puas dan plong. Akhirnya saya bisa mengalahkan bujuk rayuan syeitan untuk selalu memalingkan saya dari mendengar ayat-ayat Allah. :D

Dan terbukti semakin lama saya mengkaji Islam dan semakin banyak ilmu yang saya dapatkan akhirnya saya bisa terlepas dari K-wave. Mengapa? Karena dari mengkaji saya tau tujuan hidup yang sebenarnya. Saya tau skala prioritas. Dan akhirnya saya bisa menentukan pilihan mana yang harus saya ambil. Setelah mengkaji, saya memilih Ridho Allah sebagai tujuan hidup saya. Anda tau itu artinya apa? Artinya setiap yang saya lakukan berusaha semaksimal mungkin itu bernilai pahala dihadapan Allah swt. Dan sejak saat itu, saya memilih untuk berjuang menegakkan agama Allah. Saya berusaha menyibukkan diri untuk mencari pahala, beribadah semaksimal mungkin dengan sisa waktu yang ada. Karena kita tidak tau kapan kita akan dijemput bukan?

Saya hanya ingin berbagi pengalaman saja bukan maksud menghukumi teman. Saya sadar kita hanyalah korban sistem. Sistem rusak yang bersumber dari hukum yang berasal dari selain-Nya. Kita ga salah ko :) . Hanya saja kalo kalian masi terus diam tidak berubah tidak bergerak sedikit pun artinya kalian tidak berfikir. Kalian tau bukan siapa yang tidak dianugerahi potensi akal oleh Allah? Jelas itu bukan kita karena kita manusia.

Saya hanya ingin mengajak kalian berfikir mencari cara lain untuk memandang kehidupan ini. Membagi ilmu yang saya tau ini hanyalah setetes air dibandingkan dengan air yang ada dilautan. Tapi kawan, saya merasa ilmu ini sangat berharga, bukaknkah kalian suka jika ada teman kalian yang memberi kalian sesuatu yang berharga semisal uang walaupun itu hanya seribu rupiah? :)

Semoga memang ada yang bisa kita fikirkan dari tulisan saya kali ini. Belajarlah, karena ilmu akan membimbingmu. Jadilah mutiara ummat yang senatiasa menyampaikan kalimat-kalimat Allah karena dengan itulah kalian akan selamat. Bukan dengan hafalan lagu korea yang kalian dengarkan. Bukan pula kalian akan masuk Syurga dengan cintanya kalian kepada artis-artis korea itu. Lihatlah sadarilah dan terimalah, mereka bukan termasuk golongan kita. Mereka kaum kufar teman? Mengapa kamu tidak tergila-gila saja kepada Mush’ab bin Umair? Atau Kholid bin Walid? Apakah pesona para sahabat asy-syahid kalah dengan pesona para korean artist? Apa yang kalian dapat dari mengidolakan mereka selain melupakan Allah?
Belum sampaikah hadits Rasulullah saw kepada kalian bahwa seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya. Inginkah kalian bersama mereka diakhirat kelak? Taukah kalian dimana tempat orang kafir diakhirat nanti?

Putuskan lah sekarang! Your life is your choice !

Aksi Mujahid 212: Saatnya Ulama dan Umat Bersatu Terapkan Syariah Kaffah

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Sabtu (28/9/19), telah berlangsung Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI di Jakarta. Aksi yang diselenggarakan...