Selasa, November 13, 2012

BOOMING K-WAVE

Kali ini mari kita bahas sesuatu yang lagi trend. Kira-kira apa ya? Setidaknya ketika tulisan ini dibuat, yang lagi heboh adalah K-wave! Tau lah siapa itu Super Junior atau SNSD (K-pop) ? Atau mungkin Boys Before Flower or Full House  (K-drama)? Ada juga tarian nyeleneh semacam Gangnam Style? Pada tau kan?

Ya, kehidupan dunia (setidaknya di Indonesia atau minimal dilingkungan tempat saya tinggal) ini nyatanya sedang diramaikan oleh berbagai macam hal yang berbau Korea. Mulai dari style, fashion, bahasa, apalagi ya? Sampai-sampai acara tv kuliner pun membahas makanan korea, acara traveling tujuannya korea. Dan ramai pula artis-artis indonesia yang berkolaborasi dengan artis korea, mulai dari proyek dibidang musik sampai film entah drama (ya saya kurang tau lah mengenai hal itu :D).

Luar biasa, K-wave telah masuk kesetiap sendi-sendi kehidupan kita. Ngeuh ga kita? Hebatnya mereka masuk dengan cara yang sangat halus, tanpa disadari (kaya hipnotis gitu kali ya). Eh, anehnya kalo mereka (masyarakat) dimasuki nilai-nilai Islam dalam hidupnya, kok mereka ngeuh banget ya? Dan kaya yang kurang suka gitu, pernyataan ini bukan tanpa alasan lho. Pasalnya kok setiap ada orang yang misalnya ikutan kajian intensif, terus berubah cara berpakaiannya jadi islami, dampaknya orang ini dicap fanatik lah, dibilang so alim lah atau so suci lah dan berbagai gelar lainnya. Dan anehnya gelar-gelar ini dicitrakan negatif ditengah-tengah masyarakat kita. Jelas beda halnya dengan orang yang sudah tersihir dengan gaya korea, tarolah mereka pake baju yang serba minim, kan mereka ga dikatain sekuler, so kotor, so maksiyat? Nah loh??

Artinya memang standar menilai masyarakat kita ini ada yang salah. Ada juga orang yang bela-belain nonton konser, mereka bisa lho nabung dari uang saku or uang gajinya buat sekedar nonton konser. Tapi yang saya belum tau itu adalah perbandingan sedekahnya sama uang yang dikumpulin buat konsernya itu lho. (#husnudzon, sedekahnya mungkin udah setengah uang gajinya setiap bulan ^^v )

Fakta yang saya temukan belakangan ini adalah ketika Rasulullah saw. kita dihina melalui film Innocence of Moslem, diwaktu yang berdekatan ada konser akbar artis K-pop pula. Ketebaklah apa yang mereka lakukan, ya tadi mereka bisa lho nonton konser. Dengan uang tabungan dan izin orang tua yang didapat dengan rayuan. Tapi saya belum liat apa aksi mereka ketika Rasul-Nya dihina. Dan saya pun tak tau apa yang sebagian orang tua fikirkan ketika mereka mengizinkan anaknya nonton konser ke luar kota tapi untuk izin kajian Islam dimesjid sekolah atau dekat rumah susahnya minta ampun. Sekali lagi ini menandakan adanya pergeseran (kemunduran) cara berfikir masyarakat.

Seperti yang sudah saya tulis di atas, K-wave ini tak terasa meresap ke dalam kehidupan kita. Dan anda tau? Saya termasuk korban K-wave ini. Ketika dulu masi berseragam putih-biru, musim-musimnya Full House, keluarga saya bukan tipe keluarga penonton tv, jadi saya ga kenal itu artis-artis korea. Sebetulnya ketertarikan saya itu tidak tumbuh dengan sendirinya, saya tau korea-korean itu dari teman dan tidak disengaja. Eh akhirnya keterusan sampai masa puti-abu. Sekitar pertengan masa-masa sekolah menengah, alhamdulillah saya mulai tertarik dengan Islam dan akhirnya mulai mengikuti kajian Islam. Di masa awal kajian, saya masih suka, tapi kadarnya sudah berkurang. Dulu saya pun sempat punya mv-mv K-pop. Nonton dramanya di tv, tapi untung ga sampe koleksi dvd nya, hehe. 

Dan akhirnya sampailah saya pada suatu hari dimana saya berfikir lebih mendalam.  Ketika itu saya mengobrol dengan teman yang baru memulai kajian dan ternyata dia pun suka (pake banget) sama kokoreaan itu. Saya berfikir, kok ga ada bedanya ya antara saya yang lebih dulu mengkaji dengan yang baru mengkaji. Akhirnya saya evaluasi diri saya. Sejak saat itulah muncul perasaan malu kepada Allah. Malu, dengan tumpukan ilmu yang sudah singgah di dalam otak saya. Terbersit pertanyaan ‘mana aplikasiny?’. Sejak saat itulah saya berazzam untuk menghindari K-wave. Saya mulai mengurangi nonton drama dan yang paling mengejutkan adalah saya menghapus semua lagu, mv dan foto-foto mereka dari pc saya. Dan anda tau rasanya bagaimana? Rasanya adalah puas dan plong. Akhirnya saya bisa mengalahkan bujuk rayuan syeitan untuk selalu memalingkan saya dari mendengar ayat-ayat Allah. :D

Dan terbukti semakin lama saya mengkaji Islam dan semakin banyak ilmu yang saya dapatkan akhirnya saya bisa terlepas dari K-wave. Mengapa? Karena dari mengkaji saya tau tujuan hidup yang sebenarnya. Saya tau skala prioritas. Dan akhirnya saya bisa menentukan pilihan mana yang harus saya ambil. Setelah mengkaji, saya memilih Ridho Allah sebagai tujuan hidup saya. Anda tau itu artinya apa? Artinya setiap yang saya lakukan berusaha semaksimal mungkin itu bernilai pahala dihadapan Allah swt. Dan sejak saat itu, saya memilih untuk berjuang menegakkan agama Allah. Saya berusaha menyibukkan diri untuk mencari pahala, beribadah semaksimal mungkin dengan sisa waktu yang ada. Karena kita tidak tau kapan kita akan dijemput bukan?

Saya hanya ingin berbagi pengalaman saja bukan maksud menghukumi teman. Saya sadar kita hanyalah korban sistem. Sistem rusak yang bersumber dari hukum yang berasal dari selain-Nya. Kita ga salah ko :) . Hanya saja kalo kalian masi terus diam tidak berubah tidak bergerak sedikit pun artinya kalian tidak berfikir. Kalian tau bukan siapa yang tidak dianugerahi potensi akal oleh Allah? Jelas itu bukan kita karena kita manusia.

Saya hanya ingin mengajak kalian berfikir mencari cara lain untuk memandang kehidupan ini. Membagi ilmu yang saya tau ini hanyalah setetes air dibandingkan dengan air yang ada dilautan. Tapi kawan, saya merasa ilmu ini sangat berharga, bukaknkah kalian suka jika ada teman kalian yang memberi kalian sesuatu yang berharga semisal uang walaupun itu hanya seribu rupiah? :)

Semoga memang ada yang bisa kita fikirkan dari tulisan saya kali ini. Belajarlah, karena ilmu akan membimbingmu. Jadilah mutiara ummat yang senatiasa menyampaikan kalimat-kalimat Allah karena dengan itulah kalian akan selamat. Bukan dengan hafalan lagu korea yang kalian dengarkan. Bukan pula kalian akan masuk Syurga dengan cintanya kalian kepada artis-artis korea itu. Lihatlah sadarilah dan terimalah, mereka bukan termasuk golongan kita. Mereka kaum kufar teman? Mengapa kamu tidak tergila-gila saja kepada Mush’ab bin Umair? Atau Kholid bin Walid? Apakah pesona para sahabat asy-syahid kalah dengan pesona para korean artist? Apa yang kalian dapat dari mengidolakan mereka selain melupakan Allah?
Belum sampaikah hadits Rasulullah saw kepada kalian bahwa seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya. Inginkah kalian bersama mereka diakhirat kelak? Taukah kalian dimana tempat orang kafir diakhirat nanti?

Putuskan lah sekarang! Your life is your choice !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aksi Mujahid 212: Saatnya Ulama dan Umat Bersatu Terapkan Syariah Kaffah

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Sabtu (28/9/19), telah berlangsung Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI di Jakarta. Aksi yang diselenggarakan...