Kali ini mari kita bahas sesuatu yang lagi trend. Kira-kira
apa ya? Setidaknya ketika tulisan ini dibuat, yang lagi heboh adalah K-wave! Tau
lah siapa itu Super Junior atau SNSD (K-pop) ? Atau mungkin Boys Before Flower
or Full House (K-drama)? Ada juga tarian
nyeleneh semacam Gangnam Style? Pada tau
kan?
Ya, kehidupan dunia (setidaknya di Indonesia atau
minimal dilingkungan tempat saya tinggal) ini nyatanya sedang diramaikan oleh berbagai
macam hal yang berbau Korea. Mulai dari style, fashion, bahasa, apalagi ya? Sampai-sampai
acara tv kuliner pun membahas makanan korea, acara traveling tujuannya korea. Dan
ramai pula artis-artis indonesia yang berkolaborasi dengan artis korea, mulai dari
proyek dibidang musik sampai film entah drama (ya saya kurang tau lah mengenai
hal itu :D).
Luar biasa, K-wave telah masuk kesetiap sendi-sendi
kehidupan kita. Ngeuh ga kita? Hebatnya
mereka masuk dengan cara yang sangat halus, tanpa disadari (kaya hipnotis gitu
kali ya). Eh, anehnya kalo mereka (masyarakat) dimasuki nilai-nilai Islam dalam
hidupnya, kok mereka ngeuh banget ya?
Dan kaya yang kurang suka gitu, pernyataan ini bukan tanpa alasan lho. Pasalnya
kok setiap ada orang yang misalnya ikutan kajian intensif, terus berubah cara
berpakaiannya jadi islami, dampaknya orang ini dicap fanatik lah, dibilang so
alim lah atau so suci lah dan berbagai gelar lainnya. Dan anehnya gelar-gelar
ini dicitrakan negatif ditengah-tengah masyarakat kita. Jelas beda halnya
dengan orang yang sudah tersihir dengan gaya korea, tarolah mereka pake baju
yang serba minim, kan mereka ga dikatain sekuler, so kotor, so maksiyat? Nah loh??
Artinya memang standar menilai masyarakat kita ini ada
yang salah. Ada juga orang yang bela-belain nonton konser, mereka bisa lho
nabung dari uang saku or uang gajinya buat sekedar nonton konser. Tapi yang
saya belum tau itu adalah perbandingan sedekahnya sama uang yang dikumpulin
buat konsernya itu lho. (#husnudzon, sedekahnya mungkin udah setengah uang
gajinya setiap bulan ^^v )
Fakta yang saya temukan belakangan ini adalah ketika
Rasulullah saw. kita dihina melalui film Innocence of Moslem, diwaktu yang
berdekatan ada konser akbar artis K-pop pula. Ketebaklah apa yang mereka
lakukan, ya tadi mereka bisa lho nonton konser. Dengan uang tabungan dan izin
orang tua yang didapat dengan rayuan. Tapi saya belum liat apa aksi mereka
ketika Rasul-Nya dihina. Dan saya pun tak tau apa yang sebagian orang tua
fikirkan ketika mereka mengizinkan anaknya nonton konser ke luar kota tapi
untuk izin kajian Islam dimesjid sekolah atau dekat rumah susahnya minta ampun.
Sekali lagi ini menandakan adanya pergeseran (kemunduran) cara berfikir
masyarakat.
Seperti yang sudah saya tulis di atas, K-wave ini tak
terasa meresap ke dalam kehidupan kita. Dan anda tau? Saya termasuk korban
K-wave ini. Ketika dulu masi berseragam putih-biru, musim-musimnya Full House,
keluarga saya bukan tipe keluarga penonton tv, jadi saya ga kenal itu
artis-artis korea. Sebetulnya ketertarikan saya itu tidak tumbuh dengan
sendirinya, saya tau korea-korean itu dari teman dan tidak disengaja. Eh
akhirnya keterusan sampai masa puti-abu. Sekitar pertengan masa-masa sekolah
menengah, alhamdulillah saya mulai tertarik dengan Islam dan akhirnya mulai
mengikuti kajian Islam. Di masa awal kajian, saya masih suka, tapi kadarnya
sudah berkurang. Dulu saya pun sempat punya mv-mv K-pop. Nonton dramanya di tv,
tapi untung ga sampe koleksi dvd nya, hehe.
Dan akhirnya sampailah saya pada suatu hari dimana
saya berfikir lebih mendalam. Ketika itu
saya mengobrol dengan teman yang baru memulai kajian dan ternyata dia pun suka
(pake banget) sama kokoreaan itu. Saya
berfikir, kok ga ada bedanya ya antara saya yang lebih dulu mengkaji dengan
yang baru mengkaji. Akhirnya saya evaluasi diri saya. Sejak saat itulah muncul
perasaan malu kepada Allah. Malu, dengan tumpukan ilmu yang sudah singgah di
dalam otak saya. Terbersit pertanyaan ‘mana aplikasiny?’. Sejak saat itulah
saya berazzam untuk menghindari K-wave. Saya mulai mengurangi nonton drama dan
yang paling mengejutkan adalah saya menghapus semua lagu, mv dan foto-foto
mereka dari pc saya. Dan anda tau rasanya bagaimana? Rasanya adalah puas dan
plong. Akhirnya saya bisa mengalahkan bujuk rayuan syeitan untuk selalu
memalingkan saya dari mendengar ayat-ayat Allah. :D
Dan terbukti semakin lama saya mengkaji Islam dan
semakin banyak ilmu yang saya dapatkan akhirnya saya bisa terlepas dari K-wave.
Mengapa? Karena dari mengkaji saya tau tujuan hidup yang sebenarnya. Saya tau
skala prioritas. Dan akhirnya saya bisa menentukan pilihan mana yang harus saya
ambil. Setelah mengkaji, saya memilih Ridho Allah sebagai tujuan hidup saya. Anda
tau itu artinya apa? Artinya setiap yang saya lakukan berusaha semaksimal
mungkin itu bernilai pahala dihadapan Allah swt. Dan sejak saat itu, saya
memilih untuk berjuang menegakkan agama Allah. Saya berusaha menyibukkan diri
untuk mencari pahala, beribadah semaksimal mungkin dengan sisa waktu yang ada. Karena
kita tidak tau kapan kita akan dijemput bukan?
Saya hanya ingin berbagi pengalaman saja bukan maksud
menghukumi teman. Saya sadar kita hanyalah korban sistem. Sistem rusak yang
bersumber dari hukum yang berasal dari selain-Nya. Kita ga salah ko :) . Hanya saja kalo kalian masi terus diam tidak
berubah tidak bergerak sedikit pun artinya kalian tidak berfikir. Kalian tau
bukan siapa yang tidak dianugerahi potensi akal oleh Allah? Jelas itu bukan
kita karena kita manusia.
Saya hanya ingin mengajak kalian berfikir mencari cara
lain untuk memandang kehidupan ini. Membagi ilmu yang saya tau ini hanyalah
setetes air dibandingkan dengan air yang ada dilautan. Tapi kawan, saya merasa
ilmu ini sangat berharga, bukaknkah kalian suka jika ada teman kalian yang
memberi kalian sesuatu yang berharga semisal uang walaupun itu hanya seribu
rupiah? :)
Semoga memang ada yang bisa kita fikirkan dari tulisan
saya kali ini. Belajarlah, karena ilmu akan membimbingmu. Jadilah mutiara ummat
yang senatiasa menyampaikan kalimat-kalimat Allah karena dengan itulah kalian
akan selamat. Bukan dengan hafalan lagu korea yang kalian dengarkan. Bukan pula
kalian akan masuk Syurga dengan cintanya kalian kepada artis-artis korea itu. Lihatlah
sadarilah dan terimalah, mereka bukan termasuk golongan kita. Mereka kaum kufar
teman? Mengapa kamu tidak tergila-gila saja kepada Mush’ab bin Umair? Atau Kholid
bin Walid? Apakah pesona para sahabat asy-syahid kalah dengan pesona para
korean artist? Apa yang kalian dapat dari mengidolakan mereka selain melupakan
Allah?
Belum sampaikah hadits Rasulullah saw kepada kalian
bahwa seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya. Inginkah kalian
bersama mereka diakhirat kelak? Taukah kalian dimana tempat orang kafir diakhirat nanti?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar