Hidup,,
Rumit memang..
Dan akan selalu..
Bukankah ujian itu selalu datang
perlahan menghampiri?
Hingga suatu saat kau merasa ujian itu datang bertubi-tubi tiada henti.
Tahukah kau mengartikan apa itu?
Itulah saat kau harus memulai menikmati ujian, menghayati setiap ujian yang kau hadapi.
Hingga suatu saat kau merasa ujian itu datang bertubi-tubi tiada henti.
Tahukah kau mengartikan apa itu?
Itulah saat kau harus memulai menikmati ujian, menghayati setiap ujian yang kau hadapi.
Ketika ujian datang, kita selalu
tertekan.
Tapi bagaimana jika ujian itu muncul dan terus?
Tapi bagaimana jika ujian itu muncul dan terus?
Apakah kita akan selalu hidup di
bawah tekanan?
Aku yakin bukan itu yang kau maksud
kawan?
Tapi benar, yang terlintas ketika
aliran ujian tak jua putus, akhirnya aku memutuskan untuk menikmati setiap
ujian yang datang.
Memang, enggan rasanya untuk
menyambut, tapi ketika dia memaksa mendobrak pintu dan kita tak punya kuasa
untuk mengusir menyuruhnya pergi, kita hanya punya 1 pilihan bukan?
Nikmatilah ia!
Artinya kita tak lagi mengeluh
dan bersumpah serapah, atau mungkin menyalahkan orang lain, siapa saja yang ada
di dekatmu.
Kasihan kan? Mereka manusia-manusia yang sama menanggung beban hidup sepertimu.
Kasihan kan? Mereka manusia-manusia yang sama menanggung beban hidup sepertimu.
Aku pikir hidup adalah
pembelajaran yang tak berujung,
Setiap jam kita menyadari apa
yang kita lakukan, dan kita memikirkan itu salah atau benar,
Setiap malam kita bermuhasabah
melihat dosa-dosa apa saja yang kita lakukan,
Setiap aktivitas membuat kita
berpikir perencanaan mana yang gagal,
Setiap orang membuat kita lebih
mengenal orang lain,
Terkadang kita memang perlu disakiti agar kita tak menyakiti orang lain.
Terlihat sadis? Tapi Tuhan memang
adil.
Bertemu setiap karakter, hal yang
aneh tapi mengasyikkan.
Belajar dari karakter orang yang
berbeda-beda, tentu ada yang kita suka dan ada juga yang kita benci,
Ada yang membuat nyaman dan tentu
ada yang memuakkan.
Tapi dari sana kita memulai
pembelajaran bukan?
Mereka (manusia-manusia itu) memang
nyatanya guru buat kita se-aneh apapun mereka.
Ya, dari orang yang selalu berbuat
salah kita belajar untuk menghindari kesalahan, kita tahu hal yang tidak baik
tanpa harus mencobanya, ini lah keuntungan teman.
Atau pun kita bertemu dengan
sesosok orang yang tak sedikit pun memahami kita, semisal tak care or tak pernah
mengerti apa yang kita harapkan, atau pun tak memberi apa yang kita inginkan.
Tapi tahukah teman, aku pernah
berpikir dengan dialah aku berproses, pada akhirnya.
Berproses untuk lebih kuat dan
lebih tajam.
Yang akhirnya ke-tidaknyamanan ini
yang membuat ku ajeg,
Tiba-tiba saja dia menjelma menjadi
benteng, tantangan yang harus aku taklukkan.
Ya, kita butuh mereka, orang-orang
yang membuat kita tidak nyaman ada didekatnya.
Apakah kita berharap hidup selalu
indah?
Makan disuapin?
Setiap salah dibetulin?
Tidak kawan, kita butuh untuk berpikir
mandiri, merenungi sendiri, sampai tahap kita dapat mengambil intisari dari
setiap kejadian yang kita alami.
Kau kira kau akan kuat dengan
lingkungan yang nyaman?
Apa kau betah tinggal di comfort zone?
Apa kau betah tinggal di comfort zone?
Wake up sis, nahkoda yang handal
tidak lahir di laut yang tenang bukan?
Percayalah danger zone membuatmu
lebih lihai mengarungi kehidupan ini.
Well, this’s life..
Tergantung bagaimana cara kita
berpikir?
Negative atau positive?
Rumit atau simple?
Biasa atau istimewa?
Dangkal atau mendalam?
It’s back to yourself...
Banyak-banyaklah berpikir, karena
dengan itu kau dapat menambah keimanan mu.
Tentu berpikir tentang kejadian atau
materi apapun selama itu dapat diindera, itu artinya tidak ghoib.
It’s like al insan (manusia), al hayah (kehidupan) dan al kaun (alam semesta) dan hubungan ketiganya dengan kehidupan sebelum dan sesudah dunia.
It’s like al insan (manusia), al hayah (kehidupan) dan al kaun (alam semesta) dan hubungan ketiganya dengan kehidupan sebelum dan sesudah dunia.
Ya, orang malas memang tak akan
pernah pintar. :D
Terimakasih Rabb, atas nikmat
hidup, iman , dan berpikir.
Tiga hal luar biasa yang kadang terlupa.
Tiga hal luar biasa yang kadang terlupa.
Menjalani hidup yang akan
berujung tentulah bukan hal yang mudah,
Perlu pemikiran dann perbekalan,
Ajal yang senantiasa akan menjemput
tentu bukan ancaman,
Tapi dialah pengingat agar kita
tak bosan untuk selalu melakukan sesuatu yang benar,
Teruslah belajar, teruslah
kosongkan gelas mu,
Jangan pernah merasa berisi walau memang penuh,
Jangan pernah merasa berisi walau memang penuh,
Isi terus hingga dengan
sendirinya ketika memang sudah penuh ia akan tumpah secara otomatis.
Yah, inilah hidup,
Sulit dimengerti memang,
Walaupun memang bukan untuk dipahami tapi untuk dijalani sesuai dengan ketentuan Yang Telah Menciptakannya..
Sulit dimengerti memang,
Walaupun memang bukan untuk dipahami tapi untuk dijalani sesuai dengan ketentuan Yang Telah Menciptakannya..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar