Jumat, November 16, 2012

Solusi Total Masalah Palestina: Khilafah Islamiyyah!

Solusi Total Masalah Palestina: Khilafah Islamiyyah!
Invasi Israel ke Jalur Gaza masih berlanjut, sejak tanggal 27 Desember bertepatan dengan peringatan Tahun Baru (Muharam) Islam, sampai dengan tulisan ini diturunkan, lebih dari 550 orang telah tewas dalam invasi biadab ini dan lebih dari 2500 lainnya luka berat dan ringan. Tulisan ini tidak bermaksud menambah kepedihan kaum muslim tentang banyaknya tulisan dan minimnya aksi, lebih kepada agar kita memiliki kesadaran politik tentang akar masalah Palestina dan memperjuangkan solusinya.
Akar Masalah Palestina: Runtuhnya Khilafah
Tanah itu bukan milikku, tetapi milik ummatku
(Khalifah Abdul Hamid II, 1897)
Nasihati Dr. Hertzl supaya jangan meneruskan rencananya.
Aku tidak akan melepaskan walaupun segenggam tanah ini (Palestina),
karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam.
Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini
dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka.
Yahudi silakan menyimpan harta mereka.
Jika Daulah Khilafah Utsmaniyah dimusnahkan pada suatu hari,
maka mereka boleh mengambil Palestina tanpa membayar harganya.
Akan tetapi, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku
daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Daulah Islamiyah.
Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi.
Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup

(Khalifah Abdul Hamid II, 1902)
Inilah pernyataan Khalifah kaum muslimin sebelum Khilafah Islam dihapuskan oleh laknatullah Musthafa Kamal di Turki tahun 1924. Isi pernyataan ini menggambarkan ketegasan kaum muslimin yang diwakili oleh Khalifahnya dalam memandang wilayah kesatuan kaum muslim.
Khilafah Islamiyyah adalah satu kepemimpinan global bagi kaum muslim diseluruh dunia yang diwajibkan oleh rasulullah Muhammad saw. untuk mengurusi urusan ummat dan melindungi ummat.
Dulu Bani Israil diurus urusannya (tasusu) oleh para Nabi. Setiap kali seorang Nabi meninggal, Nabi yang lain menggantikannya.  Sesungguhnya tidak ada Nabi sesudahku dan akan ada para khalifah, yang berjumlah banyak” Para sahabat bertanya “Lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi saw. Bersabda: “Penuhilah baiat yang pertama saja, dan berikanlah kepada mereka yang berhak.  Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas apa saja yang mereka urus (HR. Bukhari)
Khilafah Islamiyyah berawal setelah berakhirnya masa kenabian yang terakhir (Rasul Muhammad saw.), diawali dengan khulafa ar-rasyidin, dilanjutkan dengan khalifah yang lain yang tanpa putus-putusnya memberikan perlindungan kepada ummat. Dalam masa itu, sejak tahun 623 – 1924 M, ummat Islam bersatu dalam satu kepemimpinan di seluruh dunia, pada masa Kekhalifahan Utsmaniyyah, wilayah kaum muslim meliputi lebih dari 1/3 dunia termasuk didalamnya wilayah Palestina.
Pada awal abad ke 20, Kekhilafahan Utsmaniyyah terjebak mengikuti perang dunia pertama yang berakhir pada kekalahan pihak Jerman dan Khilafah, setelah itu wilayah khilafah dipecah menjadi negara-negara yang lebih kecil dan diserahkan kepengurusannya kepada UK dan Prancis selaku sekutu pemenang perang. Dari sinilah petaka kaum muslimin dimulai.
Kaum zionis yahudi yang dimotori oleh keluarga bankir Rothchilds dan pion mereka Theodore Hertzl, memang sejak awal berniat mendirikan negara untuk menampung kaum yahudi yang ditolak di berbagai tempat di dunia, dan tanah palestina yang mereka anggap sebagai tanah terjanji sejak awal telah mereka incar. Pada tanggal 2 November 1917, pemerintahan Inggris menyetujui pendirian negara israel di tanah palestina lewat deklarasi Balfour. Deklarasi ini sekaligus mengawali pemerintahan militer di tanah Palestina dengan Jendral Allenby yang ditugaskan UK untuk melindungi eksodus penjajah yahudi ke tanah Palestina.
Departemen Luar Negeri 2 November 1917
Lord Rothschild yang terhormat, Saya sangat senang dalam menyampaikan kepada Anda, atas nama Pemerintahan Sri Baginda, pernyataan simpati terhadap aspirasi Zionis Yahudi yang telah diajukan kepada dan disetujui oleh Kabinet.
“Pemerintahan Sri Baginda memandang positif pendirian di Palestina tanah air untuk orang Yahudi, dan akan menggunakan usaha keras terbaik mereka untuk memudahkan tercapainya tujuan ini,
karena jelas dipahami bahwa tidak ada suatupun yang boleh dilakukan yang dapat merugikan hak-hak penduduk dan keagamaan dari komunitas-komunitas non-Yahudi yang ada di Palest
ina, ataupun hak-hak dan status politis yang dimiliki orang Yahudi di negara-negara lainnya .“ Saya sangat berterima kasih jika Anda dapat menyampaikan deklarasi ini untuk diketahui oleh Federasi Zionis.
Salam, Arthur James Balfour
Tak lama setelah itu, pada Desember 1922, Liga Bangsa Bangsa (League of Nations) yaitu cikal bakal PBB (United Nations), kemudian memberikan landasan yudisial yang lebih kuat bagi UK dengan memberikan mandat pengaturan wilayah Palestina, setelah itu, eksodus kaum yahudi pun meningkat pesat, sedikitnya 1,3 juta kaum yahudi bermigrasi dari seluruh dunia ke tanah palestina, sejak saat itu, kaum muslimi di palestina diusir dan dibunuh tanpa ada pembelaan dari siapapun.
Puncaknya, pada 29 November 1947, PBB mengumumkan persetujuan berdirinya negara Israel yang diamini oleh AS, dengan wilayah Israel yang meliputi 55% tanah palestina, yang diikuti dengan deklarasi pendirian negara Israel oleh PM pertama David Ben-Gurion, yang segera melakukan pengusiran dan pembunuhan lebih besar lagi kepada kaum muslim di palestina.
Setelah Israel berdir, negara-negara tetangga Palestina yaitu Mesir, Yordan, Libanon dan Siria mengumumkan perang kepada Israel, perang ini terjadi pada tahun 1948,  1956, 1967 dan 1973. Perang Arab-Israel ini tidak lebih adalah perang rekayasa dan hanya membuat mitos seolah-olah Israel tidak terkalahkan, dan ini juga bukti pengkhianatan pemimpin-pemimpin muslim (Mesir, Yordan dan Libanon) di wilayah tetangga Palestina. Terlebih setelah perang 6 hari di tahun 1967, wilayah israel bahkan bertambah menjadi 70%. Dan setelah itu, hingga hari ini, Israel dengan brutal menginvasi wilayah Palestina hingga menguasai lebih dari 90% wilayah Palestina.
Solusi Total Palestina: Khilafah Islamiyyah dan Jihad!
Pertanyaan yang muncul sekarang adalah, bagaimana solusi total masalah Palestina? Kepada siapakah ummat Islam bisa berharap? Kepada PBB?!, ini mustahil karena justru PBB adalah organisasi yang justru memberikan persetujuan dan pengakuan terhadap Israel. Faktanya, sampai sekarang PBB tidak pernah memberikan sanksi kejahatan perang yang telah dilakukan oleh AS dan Israel.
Kepada AS?!, apalagi, karena merekalah selama ini yang menganak emaskan Israel dan memberikan bantuan baik secara fisik dan pengaruh. Obama dalam pidatonya di AIPAC dengan jelas menyampaikan “Saya berjanji kepada Anda, bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kapasitas apapun, untuk tidak hanya menjamin keamanan Israel, tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu”, dia pun menjamin dana 50 juta dolar AS untuk membantu persenjataan Israel. Pendahulu Obama, Bush juga mengatakan dengan nada yang serupa ketika menyalahkan HAMAS dalam invasi Israel ke jalur Gaza.
Kepada organisasi HAM dan Demokrasi?!, inipun bathil, karena HAM dan Demokrasi adalah alat barat yang berstandar ganda, yang hanya berpihak apabila sang empunya yang mendapatkan masalah, dan hanya digunakan untuk menyudutkan kaum muslim. HAM ada ketika iraq dilengserkan untuk kepentingan minyak AS, tetapi HAM hilang ketika ribuan muslim Palestina dibantai. Demokrasi didengungkan dalam pemilihan presiden AS tetapi bisu saat ummat Islam menginginkan dipimpin oleh sistem Islam.
Kepada OKI?!, telah terbukti ternyata OKI hanyalah terdiri dari pengecut-pengecut yang berkumpul karena ada kepentingan selain Islam dan sudah menjadi rahasia umum bahwa mereka hanyalah boneka yang digerakkan AS. Arab Saudi merupakan pembeli senjata perang terbanyak buatan AS, tetapi tidak pernah menggunakannya untuk kepentingan kaum muslim. Mesir mempunyai universitas paling terkenal di dunia Islam, tetapi memfatwakan jihad dan mengirim tentaranya saja tidak mampu, bahkan mereka menutup pintu Rafah yang berhubungan langsung dengan Gaza serta menangkapi aktivis Islam yang membela saudara mereka di Palestina.
Kepada pemerintah Indonesia?!, rupa-rupanya menjaga perdamaian dunia masih menjadi isapan jempol pengantar tidur bagi anak-anak saja, tidak ada faktanya. Bahkan presiden Indonesia dalam salah satu pidatonya menyatakan bahwa “Ini bukan perang agama”, untuk menutupi fakta yang sebenarnya.
Berharap akan berdirinya dan berdamainya Israel dan Palestina?!, ini haram, karena tanah itu milik kaum muslim dan haram hukumnya membiarkan wilayah kita diambil oleh kafir yahudi. Kita tahu bahwa yang Israel inginkan justru pendirian negara Palestina merdeka yang mengambil wilayah diluar wilayah Palestina yang awal dan mengambil wilayah Yordan dan Mesir. Maka pendirian negara Palestina adalah haram karena berarti kita mengakui pendudukan tanah Palestina oleh Israel.
Jika kita melihat semua permasalahan ini, nyatalah, bahwa satu-satunya solusi bagi kaum muslim termasuk saudara kita di palestina adalah :
Kembalinya Kepemimpinan Global bagi Kaum Muslim, Kembalinya Khilafah Islamiyyah!
Khilafah-lah yang akan memimpin dan mengkomandoi 1,5 milyar kaum muslim di seluruh dunia untuk dan berjihad. Yang akan melindungi dan mempertahankan seluruh wilayah dan tanah kaum muslim. Khilafah dan Jihad!, dua kata untuk mengubur Zionis Yahudi. Inilah satu-satunya solusi yang diberikan Allah dan Rasulnya kepada kita
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai
(TQS ali-Imran [3]: 103)
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (khalifah) di antara kamu
(TQS an-Nisaa [4]: 59)

Perumpamaan kaum mukminin dalam saling cinta dan sayang mereka laksana satu tubuh, jikalau ada satu anggota tubuh yang mengeluh, maka seluruh tubuh ikut merasakan demam dan bergadang
(HR Bukhari dan Muslim)
Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana satu bangunan yang sebagiannya menguatkan sebagian lainnya
(HR Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, tidaklah kita mencukupkan pada aksi-aksi saja, kepada pengiriman bantuan saja, dan kepada protes dan pengutukan saja, tetapi lebih daripada itu, setiap ummat Islam mesti memiliki kesadaran politik bahwa satu-satunya solusi mereka adalah tegaknya kembali Khilafah Islam yang telah dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan secara sadar dan sistematis memperjuangkan tegaknya Khilafah itu dengan seluruh kekuatan yang ada pada diri kita
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin nyawa dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar (TQS at-Taubah [9]: 111)
 follow @felixsiauw untuk diskusi lebih lanjut


sumber: http://felixsiauw.com

Selasa, November 13, 2012

BOOMING K-WAVE

Kali ini mari kita bahas sesuatu yang lagi trend. Kira-kira apa ya? Setidaknya ketika tulisan ini dibuat, yang lagi heboh adalah K-wave! Tau lah siapa itu Super Junior atau SNSD (K-pop) ? Atau mungkin Boys Before Flower or Full House  (K-drama)? Ada juga tarian nyeleneh semacam Gangnam Style? Pada tau kan?

Ya, kehidupan dunia (setidaknya di Indonesia atau minimal dilingkungan tempat saya tinggal) ini nyatanya sedang diramaikan oleh berbagai macam hal yang berbau Korea. Mulai dari style, fashion, bahasa, apalagi ya? Sampai-sampai acara tv kuliner pun membahas makanan korea, acara traveling tujuannya korea. Dan ramai pula artis-artis indonesia yang berkolaborasi dengan artis korea, mulai dari proyek dibidang musik sampai film entah drama (ya saya kurang tau lah mengenai hal itu :D).

Luar biasa, K-wave telah masuk kesetiap sendi-sendi kehidupan kita. Ngeuh ga kita? Hebatnya mereka masuk dengan cara yang sangat halus, tanpa disadari (kaya hipnotis gitu kali ya). Eh, anehnya kalo mereka (masyarakat) dimasuki nilai-nilai Islam dalam hidupnya, kok mereka ngeuh banget ya? Dan kaya yang kurang suka gitu, pernyataan ini bukan tanpa alasan lho. Pasalnya kok setiap ada orang yang misalnya ikutan kajian intensif, terus berubah cara berpakaiannya jadi islami, dampaknya orang ini dicap fanatik lah, dibilang so alim lah atau so suci lah dan berbagai gelar lainnya. Dan anehnya gelar-gelar ini dicitrakan negatif ditengah-tengah masyarakat kita. Jelas beda halnya dengan orang yang sudah tersihir dengan gaya korea, tarolah mereka pake baju yang serba minim, kan mereka ga dikatain sekuler, so kotor, so maksiyat? Nah loh??

Artinya memang standar menilai masyarakat kita ini ada yang salah. Ada juga orang yang bela-belain nonton konser, mereka bisa lho nabung dari uang saku or uang gajinya buat sekedar nonton konser. Tapi yang saya belum tau itu adalah perbandingan sedekahnya sama uang yang dikumpulin buat konsernya itu lho. (#husnudzon, sedekahnya mungkin udah setengah uang gajinya setiap bulan ^^v )

Fakta yang saya temukan belakangan ini adalah ketika Rasulullah saw. kita dihina melalui film Innocence of Moslem, diwaktu yang berdekatan ada konser akbar artis K-pop pula. Ketebaklah apa yang mereka lakukan, ya tadi mereka bisa lho nonton konser. Dengan uang tabungan dan izin orang tua yang didapat dengan rayuan. Tapi saya belum liat apa aksi mereka ketika Rasul-Nya dihina. Dan saya pun tak tau apa yang sebagian orang tua fikirkan ketika mereka mengizinkan anaknya nonton konser ke luar kota tapi untuk izin kajian Islam dimesjid sekolah atau dekat rumah susahnya minta ampun. Sekali lagi ini menandakan adanya pergeseran (kemunduran) cara berfikir masyarakat.

Seperti yang sudah saya tulis di atas, K-wave ini tak terasa meresap ke dalam kehidupan kita. Dan anda tau? Saya termasuk korban K-wave ini. Ketika dulu masi berseragam putih-biru, musim-musimnya Full House, keluarga saya bukan tipe keluarga penonton tv, jadi saya ga kenal itu artis-artis korea. Sebetulnya ketertarikan saya itu tidak tumbuh dengan sendirinya, saya tau korea-korean itu dari teman dan tidak disengaja. Eh akhirnya keterusan sampai masa puti-abu. Sekitar pertengan masa-masa sekolah menengah, alhamdulillah saya mulai tertarik dengan Islam dan akhirnya mulai mengikuti kajian Islam. Di masa awal kajian, saya masih suka, tapi kadarnya sudah berkurang. Dulu saya pun sempat punya mv-mv K-pop. Nonton dramanya di tv, tapi untung ga sampe koleksi dvd nya, hehe. 

Dan akhirnya sampailah saya pada suatu hari dimana saya berfikir lebih mendalam.  Ketika itu saya mengobrol dengan teman yang baru memulai kajian dan ternyata dia pun suka (pake banget) sama kokoreaan itu. Saya berfikir, kok ga ada bedanya ya antara saya yang lebih dulu mengkaji dengan yang baru mengkaji. Akhirnya saya evaluasi diri saya. Sejak saat itulah muncul perasaan malu kepada Allah. Malu, dengan tumpukan ilmu yang sudah singgah di dalam otak saya. Terbersit pertanyaan ‘mana aplikasiny?’. Sejak saat itulah saya berazzam untuk menghindari K-wave. Saya mulai mengurangi nonton drama dan yang paling mengejutkan adalah saya menghapus semua lagu, mv dan foto-foto mereka dari pc saya. Dan anda tau rasanya bagaimana? Rasanya adalah puas dan plong. Akhirnya saya bisa mengalahkan bujuk rayuan syeitan untuk selalu memalingkan saya dari mendengar ayat-ayat Allah. :D

Dan terbukti semakin lama saya mengkaji Islam dan semakin banyak ilmu yang saya dapatkan akhirnya saya bisa terlepas dari K-wave. Mengapa? Karena dari mengkaji saya tau tujuan hidup yang sebenarnya. Saya tau skala prioritas. Dan akhirnya saya bisa menentukan pilihan mana yang harus saya ambil. Setelah mengkaji, saya memilih Ridho Allah sebagai tujuan hidup saya. Anda tau itu artinya apa? Artinya setiap yang saya lakukan berusaha semaksimal mungkin itu bernilai pahala dihadapan Allah swt. Dan sejak saat itu, saya memilih untuk berjuang menegakkan agama Allah. Saya berusaha menyibukkan diri untuk mencari pahala, beribadah semaksimal mungkin dengan sisa waktu yang ada. Karena kita tidak tau kapan kita akan dijemput bukan?

Saya hanya ingin berbagi pengalaman saja bukan maksud menghukumi teman. Saya sadar kita hanyalah korban sistem. Sistem rusak yang bersumber dari hukum yang berasal dari selain-Nya. Kita ga salah ko :) . Hanya saja kalo kalian masi terus diam tidak berubah tidak bergerak sedikit pun artinya kalian tidak berfikir. Kalian tau bukan siapa yang tidak dianugerahi potensi akal oleh Allah? Jelas itu bukan kita karena kita manusia.

Saya hanya ingin mengajak kalian berfikir mencari cara lain untuk memandang kehidupan ini. Membagi ilmu yang saya tau ini hanyalah setetes air dibandingkan dengan air yang ada dilautan. Tapi kawan, saya merasa ilmu ini sangat berharga, bukaknkah kalian suka jika ada teman kalian yang memberi kalian sesuatu yang berharga semisal uang walaupun itu hanya seribu rupiah? :)

Semoga memang ada yang bisa kita fikirkan dari tulisan saya kali ini. Belajarlah, karena ilmu akan membimbingmu. Jadilah mutiara ummat yang senatiasa menyampaikan kalimat-kalimat Allah karena dengan itulah kalian akan selamat. Bukan dengan hafalan lagu korea yang kalian dengarkan. Bukan pula kalian akan masuk Syurga dengan cintanya kalian kepada artis-artis korea itu. Lihatlah sadarilah dan terimalah, mereka bukan termasuk golongan kita. Mereka kaum kufar teman? Mengapa kamu tidak tergila-gila saja kepada Mush’ab bin Umair? Atau Kholid bin Walid? Apakah pesona para sahabat asy-syahid kalah dengan pesona para korean artist? Apa yang kalian dapat dari mengidolakan mereka selain melupakan Allah?
Belum sampaikah hadits Rasulullah saw kepada kalian bahwa seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya. Inginkah kalian bersama mereka diakhirat kelak? Taukah kalian dimana tempat orang kafir diakhirat nanti?

Putuskan lah sekarang! Your life is your choice !

Minggu, November 11, 2012

Ilmu, Amal dan Ikhlas

Are you a moslem? Ya, apakah anda seorang muslim? Jika iya, apakah pernah terlintas difikiran anda amal sholih apa yang telah anda kerjakan? Bukankah tak seorang pun dari kita yang tak ingin masuk ke dalam Syurga? Artinya memang kita butuh amal sholih untuk mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya agar kita ditempatkan Allah di dalam Jannah-Nya. Dan karena Iman menuntut sebuah keharusan berupa amal sholih.

Nah yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kita dapat menghasilkan amal sholih? Apakah setiap aktivitas dalam kehidupan kita dapat dikatakan amal sholih? Apakah amal sholih itu adalah setiap perbuatan baik yang kita lakukan?

Sebuah perbuatan baik belum tentu sebuah amal sholih, tergantung maksud dari kata baik di sini dilihat dari sudut pandang siapa? Standar ‘baik’ itu menurut Allah atau menurut manusia? Apabila menurut manusia, maka perbuatan baik itu tidak bisa disamakan dengan amal sholih karena bisa jadi yang dikatakan perbuatan baik itu adalah sebuah pelanggaran terhadap hukum syara’. Misal seseorang yang memberi contekan kepada seorang teman ketika ujian, menurut temannya itu dia telah melakukan perbuatan yang baik, tetapi dimata Syara’ itu bukanlah perbuatan baik atau amal sholih karena memberi contekan ataupun mencontek hukumnya haram karena merupakan salah satu bentuk kecurangan. Ataupun seorang laki-laki yang dengan "baik" mengantarkan seorang teman perempuan dengan motornya ke suatu tempat, terlihat baik namun aktivitas yang tidak diperbolehkan oleh Syara'.

Pada hakikatnya ada dua syarat suatu amal (perbuatan/aktivitas) dikatakan amal sholih atau diterima oleh Allah swt. Keikhlasan adalah syarat pertama diterimanya suatu amal. Syarat yang kedua adalah sesuainya perbuatan dengan syari’at Islam.

Artinya bisa jadi sholat yang kita lakukan selama ini tidak diterima oleh Allah swt. Ataupun mungkin saja setiap dakwah yang kita serukan sebenarnya bukanlah amal sholih. Ya, karena setiap aktivitas kita harus memenuhi dua syarat di atas. Sebagai contoh, ketika kita sholat dzuhur memang niat sholat dilakukan semata-mata hanya karena Allah, tapi saking semangatnya untuk mendekat kepada Allah kita sholat dzuhur lima raka’at, diterima ngga kira-kira sholatnya? Ya, jelas tidak wong sholatnya juga tidak sesuai syari’at Islam to mba! Ataupun menggunakan khimar/kerudung tapi kerudungnya tipis dan “cingkrang”? Padahal aturannya harus menjulur sampai ke dada (An-Nur: 31), untuk lebih jelasnya mungkin anda bisa lihat tulisan saya di bawah yang judulnya Hijab and Beauty. Hehe :D

Atau ketika kita dakwah dengan ma’ruf tanpa kekerasan, tapi dakwahnya karena pengen dapet pujian dari temen atau dari teteh pembina? Diterima ngga ya amalan dakwahnya? Ini juga tidak diterima sis, karena tidak ikhlas masi terkontaminasi oleh niat-niat murahan. 

Jadi memang, semua aktivitas yang kita lakukan harus diniatkan ikhlas karena Allah dan dilakukan sesuai aturan-Nya pula. Karena niat ikhlas dan kesesuaian dengan syariat Islam ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan sebgai syarat diterimanya amal perbuatan.  Jangan asal beramal ya. :)
 
Apalagi konsekuensi dari keimanan kita adalah terikat hukum Syara’, artinya kita harus menaati seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh larangan-Nya sesuai apa yang dicontohkan Rasul saw kepada kita. Terikat kepada hukum Allah itu tidak bisa setengah-setengah atau sebagian-sebagian. Tapi kita harus masuk ke dalam Islam secara menyeluruh, secara kaaffah, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan” (Al-Baqarah: 208). Pernah denger orang yang pilah-pilih ayat untuk diamalkan? Mereka lah yang menjalankan islam secara parsial. Misal, untuk ayat yang menurut mereka mudah untuk dilakukan maka mereka lakukan. Contoh, mereka taat ketika diharamkan untuk memakan babi, “Sesungguhnya Dia hanya mengahramkan atasmu bangkai, darah, daging babi dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. ...” (Al-Baqoroh: 173), tapi mereka tidak taat ketika mendekati zina diharamkan, “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra’: 32). Buktinya bisa dengan mudah kita temukan muda-mudi yang berduaan. Ataupun mereka yang masi memakan uang riba hanya dengan alasan mengambil manfaat, “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (Al-Baqarah: 275). Padahal asas berbuat seorang muslim itu bukanlah asas manfaat, tapi halal atau haram. Emang jadi boleh ya minum khomr karena mengambil manfaatnya? Apa jadi halal gitu?

Begitulah, orang-orang sombong penentang Allah. Kalaulah hidup ini dari Allah, oksigen untuk kita bernafas itu ciptaan Allah, setiap pembuluh darah ini milik Allah mengapa untuk taat kepada aturan-Nya masih enggan? Punya apasih kita? Yang merasa dirinya makhluk, harusnya malu.

Kembali kepada hakikat amal sholih. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa ada orang yang sudah melakukan amal yang ikhlas tapi tidak diterima? Ya, karena amalannya itu tidak sesuai aturan Allah, kenapa bisa tidak sesuai? Salah satu alasannya adalah karena ketidak-tauannya terhadap syari’at Allah. Orang yang tidak tau sholat subuh dua raka’at ataupun orang yang tidak tau bahwa membasuh wajah saat berwudhu itu wajib, mungkin adalah mereka yang belum tau. Artinya kesalahan adalah akibat dari kurangnya ilmu.

So, agar ngga salah amal harus gimana dong? Harus tau ilmunya! Bagaimana kita tau ilmunya? Gimana coba? Ya mau ga mau kita harus belajar, harus mencari ilmunya, harus mengkaji kebenarannya! Banyak orang ingin masuk Syurga tapi ngga mau beramal sholih, banyak yang ingin beramal sholih tapi ngga mau menuntut ilmu Islam, ya gimana bisa tau amal yang benernya to? Ya jangan banyak ngga mau dong, maunya aja gede pengen masuk Jannah, ko pengorbanannya minimalis? (#muhasabah diri sendiri)

Ilmu dan amal bagaikan satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Ketika kita mengamalkan sesuatu tidak mungkin tanpa ilmu bukan? La wong kita tau sesuatunya itu dari siapa kalo sebelumnya tidak ada informasi yang anda dapatkan. Artinya keberadaan ilmu itu mutlak adanya, dan memang dengan ilmulah kita dapat beramal sholih karena kita bisa mengamalkan perbuatan yang sesuai aturan Allah. Jadi jelas yah, kita sangat-sangat butuh akan ilmu.. :)

Lalu, sekarang untuk apa kita menumpuk ilmu memenuhi memori otak kita tanpa ada yang kita amalkan? Amal tanpa ilmu itu sama dengan nol kawan! Kita tau menutup aurat itu wajib, tapi tidak kita amalkan/kerjakan. Kita tau dakwah itu wajib tapi kita enggan untuk mencobanya walau hanya sekedar menyampaikan satu ayat, kalau sudah begitu kapa kita dapat pahalanya? Bukankah yang akan berniali dihadapan Allah itu adalah amal yang didasari ilmu dan keihlasan? So, belajarlah dan beramallah dan niatkan semuanya karena Allah, semoga Allah mempertemukan kita di Jannah-Nya. :)

Jumat, November 09, 2012

Hijab and Beauty

4 September  diperingati sebagai hari hijab internasional, ada beberapa versi yang melatarbelakanginya,, ya, anda bisa searching sendiri lah soal itu, :D

Hijab atau ħijāb (bahasa Arab: حجاب ) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Jadi sebenarnya hijab itu tidak spesifik kepada mode pakaian tertentu. Tetapi apabila kita searching gambar hijab di internet maka yang muncul adalah gambar kerudung. Padahal bukan berarti hijab sama dengan kerudung karena keduanya berbeda. Untuk kerudung, itu sudah tercantum dalam surat An-Nur: 31. Sedangkan untuk menutupi tubuhnya(muslimah), tercantum dalam Al-Ahzab: 59, dan ini juga bukan hijab.

Tapi entah kenapa, fenomena yang terjadi saat ini adalah hijab itu seperti jenis trend berbusana teranyar.. Sampai anda bisa menemukan tutorialnya di setiap penjuru internet, ada juga bukunya.. Ya, mungkin taun ini adalah angin segar untuk pengguna hijab di negri ini khususnya.

Siapa sih yang ga seneng kalo muslimah-muslimah saudari kita menutup auratnya?
Saya termasuk orang yang paling berbahagia ketika melihat satu persatu saudara semuslim mulai menutupi auratnya,, :D

Tapi dibalik keramaian ini tersimpan satu kemirisan. Ya, siapa yang tidak sedih ketika saudara-saudaranya berusaha untuk terikat hukum syara tapi ternyata malah salah cara. Siapa yang salah kalo kaya gini?
#tapi saat ini bukan waktunya untuk mencari kambing hitam

Suatu hari ketika berjalan menuju ke suatu tempat, saya terkaget melihat seorang muslimah yang katanya sih menutup aurat tapi ya itu tadi malah salah cara. Sebagai deskripsi, jadi fulanah ini menggunakan celana panjang sejenis jeans, t-shirt dengan lengan panjang dan yang bikin saya kaget adalah ternyata ia menyematkan sejenis 'jepit rambut' di kerudungnya! Dari situ lah saya berfikir, apakah kerudung itu hanya dianggap sebagai hiasan kepala penutup rambut? Saya tidak menyalahkan fulanah, tapi saya menyalahkan caranya itu. Apa mungkin besok-besok saya akan melihat muslimah yang pake bando di luar kerudung kali ya? :P

Nah, dari segi menutup aurat, jelas fulanah hanya sebagian menutup auratnya karena kakinya masi terlihat, padahal batasan aurat seorang muslimah adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Lalu kerudung yang ia hiasi itu termasuk tabarruj. Secara bahasa tabarruj adalah menampakkan perhiasan (atau berhias) dan tempat perhisan (di bagian tubuhnya yang termasuk aurat) kepada orang-orang yang bukan mahromnya. Jelas dengan berhias akan memalingkan pandangan orang lain menuju perhiasan yang kita kenakan.

Dan kerudungnya tidak memenuhi syarat kerudung karena dalam An-Nur: 31, ‘Katakanlah kepada perempuan yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya(auratnya)  kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya,.......’. Jadi syarat kerudung itu adalah menjulur hingga menutupi dadanya. Nah disinilah masi banyak muslimah yang keliru. Apabila niat menggunakan kerudung itu untuk menutupi aurat atas perintah Allah sudah tentu dia akan menggunakan kerudung sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh Syara’. Berfikirlah sebaliknya, jadi apabila kerudungnya tidak  memenuhi syarat, maka niatnya bukan karena Allah.

Lalu, celana dan t-shirt untuk menutupi tubuhnya. Allah berfirman dalam Al-Ahzab: 59, ‘Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka...”. Jilbab berasal dari kata jalaba, berarti menghimpun dan membawa. Artinya jilbab adalah pakaian terusan yang menjulur yang menutupi tubuh kita.

Tapi kenapa ya sekarang ini malah para muslimah berlomba mempercantik diri dengan berbagai gaya “hijabnya”? Sampai ada pula ajang pemilihan putri kecantikan ala muslimah.. lagi-lagi perempuan menjadi objek explorasi.

Ayolah sis, secantik apapun kamu dengan pakaianmu yang tidak syar’i itu tidak bernilai pahala bahkan menjadi dosa, karena menutup aurat itu wajib bukan sunah. Ketika kamu meninggalkannya kamu akan mendapat dosa, kamu dapat minus bukan hanya nol.

Penilaian siapa kah yang kita khawatirkan? Apakah kamu lebih suka dinilai cantik oleh manusia di banding dinilai taat oleh Allah? Siapa yang sebenarnya akan menghisabmu di akhirat kelak? Standar siapa yang akan dijadikan acuan untuk menghisab? Standar manusia atau standar Allah?

Lihatlah gambar di atas, kerudung bukanlah sebatas penutup kepala kawan, tapi ia adalah komitmen bukti ketaatanmu kepada Rabbmu. Sejauh mana kita taat kepada Sang Pemberi Hidup?

Berhentilah menjadi budak dari sistem rusak! Sistem yang memperdaya mu untuk selalu mengenakan topeng dihadapan manusia. Sedangkan kau lupa Tuhanmu selalu memperhatikanmu. Cantik itu bukanan tiket masuk Syurga. Fisik kita adalah ketentuan dari-Nya. Sejauh mana kita menerima ini semua. Bukan bentuk fisik ini yang akan dihisab, tapi bagaimana penerimaan kita terhadap ketentuannya.

Teruslah belajar dan berproses kawan. Tak pernah ada kata terlambat ketika ruh belum terpisah dari raga. Mulailah berfikir jauh kedepan melebihi dari apa yang bisa dilihat dengan mata kita. Kampung Akhirat itu benar adanya. Taatlah kepada Allah jika memang kau ingin selamat, belajarlah karena kesalahan adalah akibat dari kurangnya ilmu. Perdalamlah agamamu yang sempurna ini, sungguh ia sempurna dan satu-satunya yang sempurna. Karena kita tak akan tau kesempurnaanya ketika kita tak mengenalnya. :)

#ini bukan kritik, ini hanya bentuk kasih sayang kepada saudara seiman, untuk mengingatkan untuk belajar bersama lebih dekat kepada Allah

Aksi Mujahid 212: Saatnya Ulama dan Umat Bersatu Terapkan Syariah Kaffah

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Sabtu (28/9/19), telah berlangsung Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI di Jakarta. Aksi yang diselenggarakan...