Selasa, September 10, 2013

Dunia Terbalik



Apabila kita melihat ke sekitar, saat ini banyak hal-hal aneh terjadi. Hal-hal yang dulu dibenci sekarang disukai dan sebaliknya hal yang dulu disukai menjadi hal yang dibenci. Inilah dunia terbalik.

Entah apa yang terjadi dengan dunia. Nampaknya kacamata menilai sudah berubah. Bagaimana bisa berubah? Tentunya karena adanya pergeseran pemikiran yang mengakibatkan berubahnya standard baik dan buruk. 

Dulu ketika saya masih kecil anak-anak pergi ke luar rumah untuk mengaji itu hal yang wajar bahkan dianjurkan oleh orangtua, tetapi saat ini orangtua mengkhawatirkan anaknya apabila mereka pergi untuk mengkaji Islam. Namun mereka akan mudah memberi izin untuk anaknya jika mereka malah pergi ke mall. Ini realitas yang saya temukan sob.

Dulu imej pacaran itu masih jelek, banyak orangtua yang melarang anaknya pacaran, baik dengan alasan agama ataupun alasan pendidikan yang harus menjadi prioritas, tapi saat ini orangtua merasa was-was jika anaknya yang usia SMP atau bahkan SD belum punya pacar. #eeaa

Dulu pandangan orang kepada perempuan berbaju minim itu jelek. Tapi saat ini, hal itu dikatakan hal yang wajar dan modern alias mengikuti perkembangan zaman. Dan kebalikannya perempuan dengan menutup aurat secara sempurna itu kuno alias ketinggalan zaman katanye.

Lalu ada pula hal-hal aneh lain yang terjadi di masyarakat, sebetulnya itu adalah penilaian-penilaian yang salah. Seperti, masyarakat saat ini baik di lingkungan sekolah ataupun lingkungan rumah bisa jadi di lingkungan kerja, akan cenderung mendorong seseorang untuk bermaksiat, semisal berpacaran. Jika ada perempuan atau laki-laki belum punya pacar maka dia akan disindir sebagai penyuka sesama jenis, maho dan sejenisnya lah. Miris bukan? Ataupun jika ada seseorang yang menghindari aktivitas riba maka orang lain akan berkomentar, “Untuk zaman sekarang, bagaimana kita bisa punya rumah, mobil, motor jika tidak ikut dalam aktivitas riba?”. Ya mereka berdalih, asal ada manfaat mengapa tak kita ambil saja manfaatnya? Yang jelas sih dosanya yang kita dapet mah. -_-

Apakah sudah terbaca oleh anda bahwa saat ini orang mendorong orang lain untuk bermaksiat dan mencela kepada orang-orang yang berusaha mematuhi Syariat? Mereka tidak hanya diam apabila seseorang menjauhi larangan Allah, tetapi mereka mencela. Astagfirullah. Dan tentu sebaliknya, mereka nyinyir kepada orang-orang yang taat Syariat dan bukan hanya diam. Wahai, apa yang terjadi dengan manusia saat ini?

Begitu pula dalam menyikapi penyelanggaraan kontes kecantikan internasional yang akan diadakan di negeri ini. Tentu saja sebagai negeri dengan jumlah muslim terbesar akan banyak terjadi penolakan dari berbagai lapisan masyarakat. Mudah saja ini adalah bentuk kemaksiatan kepada Allah. Apabila sudah terang ini kemaksiatan, lalu apa lagi yang ditunggu? Apakah azab dari Allah? Naudzubillah.

Entahlah mengapa mereka acuh bahkan mendukung acara rendah ini. Dan lebih mengherankan lagi mereka pun mencela orang-orang yang menolak diselenggarakannya acara tsb. Saya tidak mengerti bagian mana dari acara ini yang merupakan aktivitas ma’rifah kepada Allah? Dari sisi non-agama pun, acara ini seharusnya ditolak, tidakkah mereka para perempuan merasa terhina dengan ajang ini? Mereka dilombakan dengan patokan fisik walaupun berbalut dengan brand kecerdasan ataupun kepribadian. Sejak kapan ajang kecerdasan pake diukur tinggi badan? Sejak kapan pula kepribadian dinilai dari lingkar pinggul? Ya, inilah bentuk perendahan bagi perempuan. Karena kemuliaan hanya ditentukan dengan batasan yang sempit, yakni fisik. Padahal dalam pandangan Islam derajat tinggi untuk seorang muslim adalah dilihat dari ketaqwaannya.

Kemudian, untuk orang-orang yang menyuarakan kabaikan, yang istiqomah menyerukan kepada yang ma’ruf, ada sebagian orang yang mencap  mereka “omdo” alias omong doang. Katanya no action talk only. Sejak kapan pula ngomong itu bukan action? Wahai, ada apa dengan dunia? Sudahlan tak perlu bahas detil masalah “ngomong” ini. Cukup kita lihat apa yang diperbuat Rasul ketika menyebarkan Islam, dan itu ngomong doang loh. Apakah berani mereka bilang Rasul omdo? :(

Apakah menurut mereka, tidak cukup dengan berbicara? Apa yang mereka maksud dengan action? Mengapa mereka memandang sebelah mata? Entahlah, bagi saya bicara itu aktivitas yang real manusia lakukan. Dan bagi saya efeknya pun jelas. Banyak perubahan yang terjadi didunia ini hanya karena “ngomong doang”. Ketika pun anda yang membaca tulisan ini seorang muslim, yakin lah Islam sampai kepada orangtua anda itu lewan lisan.
Apakah belum cukup anda teryakinkan akan pentingnya sebuah “omongan” yang notabene hanya untaian kata tak bermakna? Kalian tau menikah? Bagaimana seseorang menjadi halal untuk lawan jenisnya? Akad! Ya, janji. Dan kau tau itu pun hanyalah kata-kata. “Ngomong doang”, tapi itu dapat “menghalalkan” yang sebelumnya haram dan “mengharamkan” yang sebelumnya halal.

Semoga anda mengambil pelajaran dari sekedar tulisan saya yang tanpa action ini. Ya, blog ini hanyalah kumpulan kata-kata tanpa makna. Tapi jika memang anda mengambil manfaat dari ini, maka berhentilah berkata bahwa ini hanya “ngomong doang”! :D

Lalu apa yang terjadi dengan masyarakat yang mulai pandangannya terbolak-balik? Menurut saya itu karena perubahan standar yang mereka gunakan. Kok bisa berubah? Karena memang mereka tidak punya standar baku. Standar mereka adalah perasaan. Baik dan buruk mereka timbang berdasarkan timbangan hati mereka saja. Jika kita ingin punya standar yang sama dalam menilai dan tidak ragu dalam memutuskan mana hal yang benar dan salah ataupun yang baik dan buruk atau juga terpuji dan tercela, maka kembalikanlah penilaian tersebut kepada Syara’. Ya kepada Al-Kholiq Al-Mudabbir. Hanya Dia yang berhak menentukan batas-batasnya. Maka jika kita ingin tau mana batasannya, cari tahulah. Jangan stop baca blog amatir ini saja. Searchinglah tentang berbagai hukum dalam Islam yang belum banyak kita ketahui, kajilah Islam selama masih ada sisa umur.

Maka, di akhir saya hanya ingin mengingatkan. Kita sebagai muslim, janganlah menilai segala hal dari manfaatnya. Tapi pandanglah segala sesuatu dari kaca mata hukum Syara’, apakah hal tersebut halal atau haram. Mengapa? Karena hanya itu yang dapat menyelamatkan kita di yaumil hisab nanti. Semoga Allah berkenan mengumpulkan kita didalam Jannah-Nya. :)

Senin, September 09, 2013

Bye malas ! :)



Hii malas! Iya kamu. Sudahlah tak perlu kau bersembunyi. Iya benar, kamu Malas! Rasa yang banyak menghinggapi manusia, merayunya agar mereka tak berbuat apapun, atau melakukan aktivitas yang bukan menjadi target mereka.

Wahai, mengapa kamu selalu hadir? Pun ketika mereka sudah mulai untuk memperbaiki diri dan mencoba mengalahkanmu. Aku akui, kamu sangat lihai menghinggapi kami dan memperberat tubuh kami untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat.

Pernah aku coba tuk melepaskan cengkramanmu dari tubuhku, walau sulit tetap aku coba. Pernah lepas, tapi nyatanya kamu memang bukan makhluk yang mudah putus asa. Maka, apakah harus aku belajar untuk menjadi orang yang tidak putus asa kepadamu?

Ah, sudahlah monolog aneh ini menjadi semakin gila.

Mungkin banyak manusia yang akhirnya dapat melepaskan diri darimu hanya karena mereka termotivasi oleh perkataan orang lain. Apakah dari lisan seorang guru atau untaian kata yang mengagumkan dari sang motivator kondang? Tapi aku pikir itu tak akan lama. Ya, aku pernah mengalaminya. Lalu aku mulai memikirkan kembali, apa yang dapat membuat mu pergi dan ketika kau kembali aku tetap kuat untuk menghalaumu? Ternyata jawabannya adalah Hari Penghisaban. ??? Aku serius. Dengan berpikir bahwa setiap perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan di yaumil hisab, maka kita akan terdorong untuk berusaha maksimal. Ya artinya mengenyahkan si malas. So, sadarlah wahai teman kita akan dihisab, jangan tunda lagi amal-amal sholih itu. :)

Selasa, Agustus 20, 2013

Adik

Adik, kadang itu menjadi hal yang beberapa orang tidak sukai. Entah karena bandel atau tak mau direpotkan. Tapi untungnya tidak bagi saya. Walau awal keberadaannya didunia memang mengejutkan, tapi nyatanya setelah kami beranjak dewasa, saya mulai menikmatinya. Menikmati punya seorang teman yang saling memahami karena lamanya hidup bersama. Sebetulnya asal kita tahu, bagaimana kita akan membentuk mereka atau sekedar bagaimana cara untuk mendekati mereka dan membuat mereka nyaman bersama kita, itu akan menjadi hal yang sangat mudah untuk mengendalikan mereka. Sebandel apa pun seorang adik, saya yakin dia akan menyayangimu, selama kamu pun menyayangi mereka.
Tentu, adik bukanlah beban, tetapi adik sejatinya adalah sahabat sedarah mu, Teman yang darah ayah dan ibu kita yang nyatanya sedang mengalir ditubuh kita, juga mengalir ditubuhnya. Dan ketika ibu atau ayah mu mendahulimu bertemu Rabb-mu maka yang kamu cari pertama bisa jadi adikmu. Dan percayalah dia menjadi orang yang kau butuhkan setelah orang tua mu tak ada. Atau menjadi orang pertama yang harus kau jaga dan lindungi. Maka bersyukurlah jika saat ini disamping mu ada seorang 'teman sedarah', ya adik mu.



Bukan tulisan penting sebetulnya, hanya membuat tulisan untuk sebuah tugas, yang terinspirasi dari seseorang.. tapi saya harap, anda masih bisa mengambil manfaatnya walaupun singkat.. :)

Senin, Juni 17, 2013

Berlarilah !

Hari ini, saya tidak akan meluapkan apa yang terapung di dalam otak. Entah apa yang sedang dipikirkan sebenarnya, bukan saya tidak memikirkan apa pun, tapi mungkin karena terlalu banyak yang melompat-lompat dan ingin keluar dari otak, yang berebut ingin dituangkan. Entahlah.

Akhirnya saya mencoba bermain di dumay, hingga akhirnya saya bertemu sebuah tulisan (note) yang tersimpan dalam sebuah akun facebook. Judul note itu adalah Teruslah Tetap Melangkah. Tulisan lama nampaknya. Bukan sebuah ide ataupun argumen. Hanya coretan pendek nan ringan. Semoga kita yang menyempatkan membaca, khususnya saya dapat mengambil pelajaran.

Mungkin adakalnya saat kita menelusuri atau berjalan di jalan Dakwah yang terjal ini, kita merasa lelah, tersandung, sakit, kesal, terkena duri... Itu wajar karena memang jalan ini BUKANLAH jalan yang Mudah..
Bila merasakan hal-hal seperti itu, janganlah hal tsb membuat kita pergi menjauh atau menyingkir dari jalan ini. Cukup, kita diam sejenak untuk beristirahat, tak usah keluar dari batas jalan ini. Kemudian hiruplah oksigen sbnyak-banyaknya dan lihat lah di sekelilingmu. Betapa panjang jalan yang telah berhasil engkau lalui, walaupun dengan terseret.. Sepertinya sangat panjang bukan? Dan lihatlah ke depan mu, mereka yang terlebih dahulu masuk ke jalan ini, sudah sangat jauh berjalan dan berlari menjauhi titik dimana kita beristirahat.. Maka sadarlah dan bangkitlah, kita sudah tertinggal jauh dan lama.. Maka kejarlah siapa pun yang berjalan di depanmu.. Karena di ujung jalan ini, Allah dan Kekasih-Nya, Rasulullah sedang tersenyum menunggu kita sampai..
Salam perjuangan wahai tentara Allah, sungguh pertolongan Allah amat dekat.. Hanya sedikit lagi, kita akan sampai di ujung jalan, maka berlari lah sekencang yang engkau bisa, kita akan mendapatkan kejutan yang tak pernah kita duga.. Allahu Akbar !!! =)

Sabtu, Juni 08, 2013

Memperjuangkan Khilafah: Kewajiban Seluruh Kaum Muslimin



Akhir-akhir ini kata Khilafah bukanlah kata yang asing lagi ditelinga kaum muslimin khususnya yang berada di Indonesia. Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di dunia, ini artinya kaum muslimin hanya boleh mempunyai satu pemimpin atau  Khalifah. Khilafah akan menjadi institusi yang menaungi seluruh kaum muslimin di berbagai negeri. Ia adalah negara yang berasaskan Aqidah Islam dan menjadikan aturan Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunah sebagai hukum positif.
            Khilafah pernah eksis selama 1300 tahun lebih sejak 622 M / 1 H dan kemudian runtuh pada 3 Maret 1924 M / 28 Rajab 1342 H. Dan sesungguhnya keruntuhan Khilafah inilah yang dikemudian hari menjadi malapetaka untuk seluruh kaum muslim. Tanpa Khilafah kaum muslimin di dunia tidak bersatu dan terpecah belah menjadi negara-negara kecil. Umat Islam tak merasa satu tubuh lagi karena terkotak-kotak ke dalam  batasan nasionalisme. Akibat dari ketiadaan Khilafah ini pula darah kaum muslimin begitu mudah ditumpahkan, kehormatan mereka dilecehkan, negeri mereka dijajah. Aqidah dan keyakinan mereka diracuni dengan berbagai macam pemikiran dan ideologi kufur tanpa penjagaan.
Karena hilangnya Khilafah kaum muslimin kehilangan institusi pelaksana syariah. Sejak Khilafah runtuh, hukum-hukum Islam ditelantarkan. Dan justru, malah hukum dan undang-undang buatan manusia yang diterapkan. Inilah sistem demokrasi, sistem buatan manusia yang meminggirkan hukum buatan Allah, Sang Pencipta. Kehancuran Khilafah ini mengakibatkan terjadinya semua keburukan terhadap umat Islam yang sebelumnya tidak mereka alami. Kehancuran Khilafah juga menjadi pintu lebar bagi terjadinya berbagai kemaksiatan.
Dari sini maka dapat kita simpulkan, akar dari berbagai persoalan yang menimpa kaum muslimin adalah karena ketiadaan Khilafah sebagai pelaksana syariah secara kaffah (menyeluruh). Maka untuk mengakhiri semua persoalan kaum muslimin adalah kembali menegakkan Khilafah untuk kedua kalinya dengan metode yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau mendirikan Khilafah yang pertama di Madinah.
Dalil wajibnya mendirikan Khilafah di dalam Al-Quran dapat dilihat dalam QS. Al-Maidah: 48-49, dalam ayat ini kita diwajibkan untuk berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah. Dan dalam QS Al-Baqarah: 208, Allah memerintahkan kita untuk berislam secara kaffah, artinya kita sebagai muslim harus terikat dengan hukum syara’ secara kaffah bukan setengah-setengah. Juga ayat-ayat Al-Quran yang mewajibkan berbagai hukum seperti qishash bagi pembunuh (QS. Al-Baqarah: 178), hukum potong tangan bagi pencuri (QS. Al-Maidah: 38), hukum cambuk bagi pezina bukan muhshan (QS. An-Nur: 2), hukum-hukum jihad dan politik luar negeri, perintah taat kepada ulil amri (QS. An-Nisa: 59) dsb. Semua perintah, hukum dan kewajiban tersebut tidak mungkin terlaksana secara sempurna tanpa diangkatnya seorang imam atau Khalifah yakni tanpa tegaknya Khilafah Islamiyah. Karenanya tegaknya Khilafah Islamiyah adalah wajib karena menjadi kunci terlaksananya secara sempurna perintah, hukum dan kewajiban itu.
Wajibnya menegakkan Khilafah juga ditegaskan dalam Ijma’ sahabat. Para sahabat telah berijma’ untuk mengangkat Abu Bakar Ash-Shidiq sebagai Khalifah setelah wafatnya Rasulullah SAW. Hal itu lebih mereka prioritaskan dari menguburkan jenazah Rasulullah. Hal itu menegaskan bahwa mengangkat Khalifah, menegakkan Khilafah adalah lebih wajib, lebih urgent dan mendesak dari kewajiban menguburkan jenazah.
Kewajiban menegakkan Khilafah merupakan fardhu kifayah yang dibebankan atas pundak kita sebagai kaum muslimin. Namun karena kewajiban ini belum terwujud maka kewajiban menegakkan Khilafah Islamiyah itu tetap menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Dan tegaknya Khilafah merupakan kepastian, sebab itu merupakan janji Allah dan bisyarah dari Rasulullah. Maka kita semua harus terlibat dalam perjuangan secara berjamaah untuk menegakkan Khilafah Islamiyah. Maka wahai kaum muslimin mari kita penuhi seruan Allah untuk menegakkan hukum-Nya dengan ikut berjuang bersama ke dalam barisan dakwah yang berjuang untuk menegakkan kembali Khilafah. Allah berfirman, “ Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu”. (TQS. Al-Anfal: 24)

Aksi Mujahid 212: Saatnya Ulama dan Umat Bersatu Terapkan Syariah Kaffah

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Sabtu (28/9/19), telah berlangsung Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI di Jakarta. Aksi yang diselenggarakan...