Selasa, Agustus 20, 2013

Adik

Adik, kadang itu menjadi hal yang beberapa orang tidak sukai. Entah karena bandel atau tak mau direpotkan. Tapi untungnya tidak bagi saya. Walau awal keberadaannya didunia memang mengejutkan, tapi nyatanya setelah kami beranjak dewasa, saya mulai menikmatinya. Menikmati punya seorang teman yang saling memahami karena lamanya hidup bersama. Sebetulnya asal kita tahu, bagaimana kita akan membentuk mereka atau sekedar bagaimana cara untuk mendekati mereka dan membuat mereka nyaman bersama kita, itu akan menjadi hal yang sangat mudah untuk mengendalikan mereka. Sebandel apa pun seorang adik, saya yakin dia akan menyayangimu, selama kamu pun menyayangi mereka.
Tentu, adik bukanlah beban, tetapi adik sejatinya adalah sahabat sedarah mu, Teman yang darah ayah dan ibu kita yang nyatanya sedang mengalir ditubuh kita, juga mengalir ditubuhnya. Dan ketika ibu atau ayah mu mendahulimu bertemu Rabb-mu maka yang kamu cari pertama bisa jadi adikmu. Dan percayalah dia menjadi orang yang kau butuhkan setelah orang tua mu tak ada. Atau menjadi orang pertama yang harus kau jaga dan lindungi. Maka bersyukurlah jika saat ini disamping mu ada seorang 'teman sedarah', ya adik mu.



Bukan tulisan penting sebetulnya, hanya membuat tulisan untuk sebuah tugas, yang terinspirasi dari seseorang.. tapi saya harap, anda masih bisa mengambil manfaatnya walaupun singkat.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aksi Mujahid 212: Saatnya Ulama dan Umat Bersatu Terapkan Syariah Kaffah

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Sabtu (28/9/19), telah berlangsung Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI di Jakarta. Aksi yang diselenggarakan...