Hii malas! Iya kamu. Sudahlah
tak perlu kau bersembunyi. Iya benar, kamu Malas! Rasa yang banyak menghinggapi
manusia, merayunya agar mereka tak berbuat apapun, atau melakukan aktivitas
yang bukan menjadi target mereka.
Wahai, mengapa kamu selalu
hadir? Pun ketika mereka sudah mulai untuk memperbaiki diri dan mencoba
mengalahkanmu. Aku akui, kamu sangat lihai menghinggapi kami dan memperberat
tubuh kami untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat.
Pernah aku coba tuk
melepaskan cengkramanmu dari tubuhku, walau sulit tetap aku coba. Pernah lepas,
tapi nyatanya kamu memang bukan makhluk yang mudah putus asa. Maka, apakah
harus aku belajar untuk menjadi orang yang tidak putus asa kepadamu?
Ah, sudahlah monolog aneh ini
menjadi semakin gila.
Mungkin banyak manusia yang
akhirnya dapat melepaskan diri darimu hanya karena mereka termotivasi oleh
perkataan orang lain. Apakah dari lisan seorang guru atau untaian kata yang
mengagumkan dari sang motivator kondang? Tapi aku pikir itu tak akan lama. Ya,
aku pernah mengalaminya. Lalu aku mulai memikirkan kembali, apa yang dapat
membuat mu pergi dan ketika kau kembali aku tetap kuat untuk menghalaumu?
Ternyata jawabannya adalah Hari Penghisaban. ??? Aku serius. Dengan berpikir
bahwa setiap perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan di yaumil hisab, maka
kita akan terdorong untuk berusaha maksimal. Ya artinya mengenyahkan si malas.
So, sadarlah wahai teman kita akan dihisab, jangan tunda lagi amal-amal sholih
itu. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar