Apabila kita melihat ke
sekitar, saat ini banyak hal-hal aneh terjadi. Hal-hal yang dulu dibenci sekarang
disukai dan sebaliknya hal yang dulu disukai menjadi hal yang dibenci. Inilah
dunia terbalik.
Entah apa yang terjadi
dengan dunia. Nampaknya kacamata menilai sudah berubah. Bagaimana bisa berubah?
Tentunya karena adanya pergeseran pemikiran yang mengakibatkan berubahnya
standard baik dan buruk.
Dulu ketika saya masih
kecil anak-anak pergi ke luar rumah untuk mengaji itu hal yang wajar bahkan
dianjurkan oleh orangtua, tetapi saat ini orangtua mengkhawatirkan anaknya
apabila mereka pergi untuk mengkaji Islam. Namun mereka akan mudah memberi izin
untuk anaknya jika mereka malah pergi ke mall. Ini realitas yang saya temukan
sob.
Dulu imej pacaran
itu masih jelek, banyak orangtua yang melarang anaknya pacaran, baik dengan
alasan agama ataupun alasan pendidikan yang harus menjadi prioritas, tapi saat
ini orangtua merasa was-was jika anaknya yang usia SMP atau bahkan SD belum
punya pacar. #eeaa
Dulu pandangan orang
kepada perempuan berbaju minim itu jelek. Tapi saat ini, hal itu dikatakan hal yang
wajar dan modern alias mengikuti perkembangan zaman. Dan kebalikannya perempuan
dengan menutup aurat secara sempurna itu kuno alias ketinggalan zaman katanye.
Lalu ada pula hal-hal aneh
lain yang terjadi di masyarakat, sebetulnya itu adalah penilaian-penilaian yang
salah. Seperti, masyarakat saat ini baik di lingkungan sekolah ataupun
lingkungan rumah bisa jadi di lingkungan kerja, akan cenderung mendorong
seseorang untuk bermaksiat, semisal berpacaran. Jika ada perempuan atau
laki-laki belum punya pacar maka dia akan disindir sebagai penyuka sesama
jenis, maho dan sejenisnya lah. Miris bukan? Ataupun jika ada seseorang yang
menghindari aktivitas riba maka orang lain akan berkomentar, “Untuk zaman
sekarang, bagaimana kita bisa punya rumah, mobil, motor jika tidak ikut dalam
aktivitas riba?”. Ya mereka berdalih, asal ada manfaat mengapa tak kita ambil
saja manfaatnya? Yang jelas sih dosanya yang kita dapet mah. -_-
Apakah sudah terbaca oleh
anda bahwa saat ini orang mendorong orang lain untuk bermaksiat dan mencela
kepada orang-orang yang berusaha mematuhi Syariat? Mereka tidak hanya diam
apabila seseorang menjauhi larangan Allah, tetapi mereka mencela.
Astagfirullah. Dan tentu sebaliknya, mereka nyinyir kepada orang-orang yang taat
Syariat dan bukan hanya diam. Wahai, apa yang terjadi dengan manusia saat ini?
Begitu pula dalam
menyikapi penyelanggaraan kontes kecantikan internasional yang akan diadakan di
negeri ini. Tentu saja sebagai negeri dengan jumlah muslim terbesar akan banyak
terjadi penolakan dari berbagai lapisan masyarakat. Mudah saja ini adalah bentuk
kemaksiatan kepada Allah. Apabila sudah terang ini kemaksiatan, lalu apa lagi
yang ditunggu? Apakah azab dari Allah? Naudzubillah.
Entahlah mengapa mereka
acuh bahkan mendukung acara rendah ini. Dan lebih mengherankan lagi mereka pun
mencela orang-orang yang menolak diselenggarakannya acara tsb. Saya tidak
mengerti bagian mana dari acara ini yang merupakan aktivitas ma’rifah kepada
Allah? Dari sisi non-agama pun, acara ini seharusnya ditolak, tidakkah mereka
para perempuan merasa terhina dengan ajang ini? Mereka dilombakan dengan
patokan fisik walaupun berbalut dengan brand kecerdasan ataupun kepribadian. Sejak
kapan ajang kecerdasan pake diukur tinggi badan? Sejak kapan pula kepribadian
dinilai dari lingkar pinggul? Ya, inilah bentuk perendahan bagi perempuan. Karena
kemuliaan hanya ditentukan dengan batasan yang sempit, yakni fisik. Padahal dalam
pandangan Islam derajat tinggi untuk seorang muslim adalah dilihat dari
ketaqwaannya.
Kemudian, untuk
orang-orang yang menyuarakan kabaikan, yang istiqomah menyerukan kepada yang ma’ruf,
ada sebagian orang yang mencap mereka “omdo”
alias omong doang. Katanya no action talk only. Sejak kapan pula ngomong itu
bukan action? Wahai, ada apa dengan dunia? Sudahlan tak perlu bahas detil
masalah “ngomong” ini. Cukup kita lihat apa yang diperbuat Rasul ketika
menyebarkan Islam, dan itu ngomong doang loh. Apakah berani mereka bilang Rasul
omdo? :(
Apakah menurut mereka,
tidak cukup dengan berbicara? Apa yang mereka maksud dengan action? Mengapa mereka
memandang sebelah mata? Entahlah, bagi saya bicara itu aktivitas yang real
manusia lakukan. Dan bagi saya efeknya pun jelas. Banyak perubahan yang terjadi
didunia ini hanya karena “ngomong doang”. Ketika pun anda yang membaca tulisan
ini seorang muslim, yakin lah Islam sampai kepada orangtua anda itu lewan lisan.
Apakah belum cukup anda
teryakinkan akan pentingnya sebuah “omongan” yang notabene hanya untaian kata
tak bermakna? Kalian tau menikah? Bagaimana seseorang menjadi halal untuk lawan
jenisnya? Akad! Ya, janji. Dan kau tau itu pun hanyalah kata-kata. “Ngomong doang”,
tapi itu dapat “menghalalkan” yang sebelumnya haram dan “mengharamkan” yang sebelumnya
halal.
Semoga anda mengambil
pelajaran dari sekedar tulisan saya yang tanpa action ini. Ya, blog ini
hanyalah kumpulan kata-kata tanpa makna. Tapi jika memang anda mengambil
manfaat dari ini, maka berhentilah berkata bahwa ini hanya “ngomong doang”! :D
Lalu apa yang terjadi
dengan masyarakat yang mulai pandangannya terbolak-balik? Menurut saya itu
karena perubahan standar yang mereka gunakan. Kok bisa berubah? Karena memang
mereka tidak punya standar baku. Standar mereka adalah perasaan. Baik dan
buruk mereka timbang berdasarkan timbangan hati mereka saja. Jika kita ingin
punya standar yang sama dalam menilai dan tidak ragu dalam memutuskan mana hal
yang benar dan salah ataupun yang baik dan buruk atau juga terpuji dan tercela,
maka kembalikanlah penilaian tersebut kepada Syara’. Ya kepada Al-Kholiq
Al-Mudabbir. Hanya Dia yang berhak menentukan batas-batasnya. Maka jika kita
ingin tau mana batasannya, cari tahulah. Jangan stop baca blog amatir ini saja.
Searchinglah tentang berbagai hukum dalam Islam yang belum banyak kita ketahui,
kajilah Islam selama masih ada sisa umur.
Maka, di akhir saya hanya
ingin mengingatkan. Kita sebagai muslim, janganlah menilai segala hal dari
manfaatnya. Tapi pandanglah segala sesuatu dari kaca mata hukum Syara’, apakah hal tersebut halal atau haram. Mengapa?
Karena hanya itu yang dapat menyelamatkan kita di yaumil hisab nanti. Semoga Allah
berkenan mengumpulkan kita didalam Jannah-Nya. :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar