Jumat, Agustus 05, 2016

Ajal dan aku bukanlah seorang artis


Kematian. Sungguh ia sangat dekat.

 كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْت

“Setiap jiwa pasti akan merasakan mati,” (QS. Ali Imran: 185).

Setiap yang berjiwa pasti akan mati. Kita ini, dan anda yang lagi asik buka blog saya ini adalah makhluk-makhluk bernyawa bukan? Maka sudahkah kita sadar bahwa nyawa ini akan meninggalkan raga, atau kita masih berkata, "apaan sih, baru juga masuk SMA, baru juga lulus SMA, ngapain mikirin mati?". Oke, whatever your thought. Postingan kali ini yang menjadi fokus adalah saya, bukan anda. Saya hanya sedang menakar diri, seberapa saya ingat dan siap jika ajal sudah rindu untuk bertegur sapa. Menaati titah Tuhan Nya untuk mencabut nyawa manusia, tentu subjek pencabut nyawa di sini adalah malaikat izrail.

Berpikir, jika sudah masuk ke dalam lubang kecil itu apa yang akan saya rasakan? Apa yang akan disesali? Apa yang sangat diinginkan? Jawaban saya kali ini adalah waktu dan kesempatan untuk beramal sholih, iya amal sholih bukan hanya sekedar berbuat baik.

Lalu alur pikiran ini meloncat kepada pertanyaan apa yang saya tinggalkan? Apakah orang tua, suami, anak? Kemudian, apa yang orang lain akan ingat tentang saya? Jujur saja, saya tak begitu ingin diingat manusia ketika saya wafat, karena itu tak menambah apa pun di alam barzah. Seperti gajah mati meninggalkan gading, jika pun akhirnya ada yang mengingat saya, apakah yang mereka ingat tentang saya? Tapi, saya tak ingin orang lain mengingat saya karena wajah saya, merk baju apa yang saya kenakan, bagaimana model baju harian saya, apa saja yang saya lakukan di setiap bulan, minggu, hari, bahkan jam. Bukan pula karena banyaknya tempat yang saya kunjungi, menggugahnya menu sarapan saya hari ini, bukan karena megahnya tempat tinggal, bukan karena mahalnya kendaraan, bukan  karena mewahnya resepsi pernikahan. Bukan pula karena tampannya pasangan hidup, cantik dan gantengnya para pewaris nama, bukan juga karena berjejernya gelar dan tingginya jabatan serta kedudukan.

Kenapa? Karena saya bukan seorang artis, saya hanya seorang hamba biasa. Yang saya ingin adalah orang lain mengingat saya karena nasihat dan ilmu yang bermanfaat. Tujuan tulisan ini dibuat pun karena ingin menebar manfaat. Lalu jika suatu hari nanti saya sudah tak jadi penghuni dunia lagi, semoga anda mendoakan kebaikan untuk saya. Semoga di akhirat, saya beserta kelurga saya ditempatkan di syurga firdaus bersama para Rasul, Nabi, shohabat dan para syuhada, tak lupa doakan pula saya bisa menatap wajah Allah di sana. Aamiin.


أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).


قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imran: 185)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aksi Mujahid 212: Saatnya Ulama dan Umat Bersatu Terapkan Syariah Kaffah

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Sabtu (28/9/19), telah berlangsung Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI di Jakarta. Aksi yang diselenggarakan...