Sabtu, Januari 12, 2013

Islam Kunci Kemuliaan Perempuan



Belakangan ini media massa ramai memberitakan kasus pemerkosaan. Baru satu minggu kita menjalani hari di tahun 2013 ini, ternyata masalah perempuan masih menjadi masalah yang tidak terselesaikan. Setidaknya ada empat kasus pemerkosaan yang mendapat perhatian masyarakat. Di dalam negeri, diantaranya adalah kasus pemerkosaan bocah kelas 5 SD di Pulogebang, Jaktim (lihat http://newsdetik.com Jumat, 04/01/2013) dan pelecehan seksual yang dilakukan perwira polisi di Denpasar, Bali (lihat http://newsdetik.com Rabu, 02/01/2013). Tidak hanya di dalam negeri, kasus pemerkosaan di awal tahun ini menjadi isu internasional, di luar negeri di antaranya adalah kasus pemerkosaan mahasiswi India yang dilakukan oleh enam tersangka di dalam bus (lihat http://newsdetik.com Sabtu, 29/12/2012) dan kasus pemerkosaan di China (lihat http://newsdetik.com Jumat, 04/01/2013). Korban pemerkosaan di daerah Jaktim dan di India telah meninggal dunia. Apabila melihat realita di atas nampaknya 2013 masih akan diwarnai dengan masalah-masalah perempuan. Sampai kapankah perempuan akan terus menjadi korban?
Tidak ada satu orang pun baik itu laki-laki maupun perempuan yang ingin dirinya menjadi korban kejahatan seksual. Akan tetapi masalahnya, selama sistem kapitalis-sekuler yang diterapkan di dalam kehidupan, maka sepanjang itu pula masyarakat tidak akan bisa terlepas dari cengkraman kejahatan seksual. Pasalnya sekulerisme berlandaskan kepada pemisahan agama dalam kehidupan. Sistem ini syarat dengan faham liberal, yang mengajarkan bahwa setiap manusia bebas berprilaku dan mengekspresikan diri selama tidak merugikan orang lain. Maka maraklah perempuan-perempuan yang membuka auratnya di kehidupan umum, mereka beralasan kebebasan individu. Muncul pula lelaki hidung belang yang tidak bertanggung jawab, melecehkan perempuan semaunya dengan dalih mengekspresikan diri. Dan semua ini bisa terjadi tidak lepas dari peran negara yang tidak serius mengurusi rakyatnya. Negara gagal membangun dan mengawal moral rakyatnya. Bukan hanya gagal  bahkan negara memfasilitasi sarana-sarana yang menghantarkan kepada perzinaan.
Islam mempunyai sebuah pendekatan yang sehat dan kuat dalam melindungi kehormatan perempuan. Islam menolak kebebasan liberal dan lebih mempromosikan taqwa (kesadaran akan adanya Tuhan) di dalam masyarakat yang akan memelihara mentalitas dan rasa tanggung jawab dalam memandang dan memperlakukan kaum perempuan. Islam akan melarang upaya seksualisasi terhadap masyarakat. Islam menerapkan sebuah sistem sosial komprehensif yang mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan, termasuk cara berpakaian yang aman dan sederhana (menutup aurat dengan jilbab dan kerudung), pemisahan antara laki-laki dan perempuan, dan larangan terhadap hubungan di luar nikah. Semua ini diterapkan di bawah payung sistem Khilafah yang mengharuskan sebuah sistem pengadilan yang efisien yang mampu menangani kejahatan dengan cepat, sebagaimana juga menerapkan hukuman yang berat seperti hukuman cambuk untuk fitnah terhadap kaum perempuan atau bahkan hukuman mati bagi pelanggaran atas martabat perempuan. Khilafah adalah negara yang menganggap setiap perkataan atau tindakan tidak terhormat terhadap kaum perempuan sebagai kriminal dan tidak bisa ditoleransi. Khilafah, dengan kepemimpinan yang amanah akan menjamin keamanan dan kenyamanan kaum perempuan dalam beraktivitas, baik di ranah publik maupun domestik. Wahai kaum perempuan sudah saatnya kita campakkan sistem kapitalis-sekuler yang jelas-jelas telah dan akan terus menyengsarakan kita, dan marilah kita beralih kepada sistem yang jelas memuliakan kita, yakni Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aksi Mujahid 212: Saatnya Ulama dan Umat Bersatu Terapkan Syariah Kaffah

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Sabtu (28/9/19), telah berlangsung Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI di Jakarta. Aksi yang diselenggarakan...