Hmm, mungkin ini akan menjadi tulisan tergeje yang saya post di blog ini. Tapi, karena masih kemungkinan, jadi bisa saja esok akan ada tulisan yang lebih geje dari ini.. :D
Tukang rem...
Entahlah, mengapa saya menamakan itu. Bukan, ini bukan cerita orang yang naik motor atau mobil di jalan terus dia suka ngerem, sampai akhirnya mengahalangi jalannya pengendara lain. Bukan itu yang saya maksud.
Tukang rem adalah orang di sekitar anda yang menjadi "pengerem" tingkah laku anda. Dengan apa dia mengerem? Dengan Amar ma'ruf, nahi munkar, tentu saja. Sangat menyenangkan bila kita punya seorang tukang rem kepercayaan. Yang menahan ketika kita kelepasan, yang menjaga kita ketika kita akan menabrak. Mereka lah yang nyatanya menjaga kita dari berbuat munkar. Dia yang setia mengingatkan kita. walau kadang kita kaget ketika dia ngerem, tapi tak bisa dipungkiri kita bahagia di "rem" olehnya. Bukankah mengingatkan adalah tanda sayang? Dan bukankah dakwah adalah sebaik-baik ucapan?
Bersyuskurlah jika kau punya satu atau bahkan lebih. Maka jika kau belum punya, temukanlah ia! Bisa jadi dia adalah seorang teman, sahabat, kaka, adik, orang tua, guru atau teman hidup mu. :)
A blog that a bit weird and ambiguous, but you can take something from it, whether it be reproach or contemplation.
Kamis, Oktober 24, 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Aksi Mujahid 212: Saatnya Ulama dan Umat Bersatu Terapkan Syariah Kaffah
Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Sabtu (28/9/19), telah berlangsung Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI di Jakarta. Aksi yang diselenggarakan...
-
Terkadang rumusnya itu begini: jika kita terlampau menginginkan sesuatu, Allah malah tidak mengabulkan keinginan kita. Bisa jadi, itu karen...
-
Hari ini, saya tidak akan meluapkan apa yang terapung di dalam otak. Entah apa yang sedang dipikirkan sebenarnya, bukan saya tidak memikirka...
-
Tulisan kali ini adalah sesi curhat. Karena si insom lagi mampir, jadilah pikiran di otak meloncat-loncat ramai, ngetuk-ngetuk minta keluar...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar