A blog that a bit weird and ambiguous, but you can take something from it, whether it be reproach or contemplation.
Senin, Februari 29, 2016
Game dan Smartphone
Tulisan kali ini adalah sesi curhat. Karena si insom lagi mampir, jadilah pikiran di otak meloncat-loncat ramai, ngetuk-ngetuk minta keluar. Terpikir untuk menulis judul ini karena kemarin untuk ke sekian kalinya dan orang ke sekian yang ngoprek hp saya, bilang kalo hp saya ga rame karena ga ada game nya.. aneh memang, untuk ukuran smartphone jaman 2016 gini yang aplikasi apa pun ada, ko ga ada game satu pun..
Oke, sejarah perhapean hidup saya adalah saya punya smartphone hanya 2 kali, itu pun 22 nya dibelikan suami, alias punya nya setelah menikah. Pertama beli smartphone ketika saya mengandung 'Nusaibah kecil', dengan alasan biar mudah gugling untuk masalah-masalah perkembangan janin dan masa-masa kehamilan. Dan nanti jika 'Nusaibah kecil lahir' kalo ada pose-pose yang ngegemesin bisa langsung dikirim ke abi nya, ceritanya sih biar pas lagi kerja jadi lebih semangat dan ga ketinggalan cerita perkembangan NK (disingkat aja ya, kepanjangan soalnya).. di smartphone yang pertama ini ternyata sudah terinstall beberapa game. Dan saya pernah mainin game ini dari semenjak hamil sampai melahirkan NK. Game bubble gitu.. hihi. Kenapa main game? Karena ternyata game bisa mengatasi mual-mual yang muncul pada masa kehamilan. Setelah NK lahir pun saya meng-uninstall game nya. Lalu singkat cerita saya ganti hp dengan smartphone yang lebih canggih. Dan tidak ada satu pun game di hp baru ini. Kenapa? 1. Dari semenjak kecil saya memang ga tertarik main game, lebih suka nonton orang maen game. Ga ada bakat, tapi bukan berarti ga punya kemampuan. Karena kalo mau belajar mah lama-lama juga bisa kan main game, buktinya pas saya pertama kalinya punya smartphone. Dan memang tidak mengembangkan minat dan ketertarikan sama game sih.
2. Merasa waktu yang kita punya ini adalah modal dari Allah untuk beramal sholih. Dan saya yakin kewajiban dari Allah itu lebih banyak dari waktu yang kita punya, maka untuk apa kita masih buang-buang waktu? Mengisi waktu yang terbatas ini dengan hal yang sia-sia. Saya merasa ga main game aja udah lalai, apalagi sibuk main game? Pengalaman saya main game, kita jadi kecanduan. Dan lebih dari itu, kita ingin level yang lebih tinggi, ingin menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang lebih rumit. Ini lah bahaya nya. Kenapa bahaya? Karena main game itu perlu waktu dan fokus. Alih-alih mendekat kepada Allah kita malah jadi marah-marah kalo ada orang yang ganggu. Dan katanya efek main game itu bikin orang jadi tempramen. Pertanyaan saya, kenapa sih ga tertarik tilawah aja, hafalan aja, baca buku aja? Emang tilwahnya udah segimana? Hafalannya? Banyak banget di luar sana ilmu-ilmu yang bisa kita akses dengan gratis. Kok tetep aja asyik sama game? Apalagi jika anda adalah seorang pengemban dakwah yang juga pelajar, mahasiswa, suami ataupun ayah. Alis saya naik beberapa senti, jika hidup anda masih berkutat dengan game. Hello! Pelajaran kalian, tugas-tugas, pengurusan terhadap istri dan anak-anak bagaimana? Kok ya masih anteng aja megangin hp sambil main game tapi lalai sama kewajiban-kewajiban yang Allah bebankan. Ayolah, inget hisab. Hisab itu berat! Saya menulis ini bukan untuk menyindir ataupun mengejek, saya ingin menyadarkan. Ada begitu banyak aktivitas yang lebih penting dan bermanfaat yang bisa menyelamatkan mu di akhirat kelak dibanding mantengin hp, main game. Ayo lah, tugas-tugas mu harus dibereskan belum lagi ujian yang datang silih berganti. Istri mu perlu didengarkan keluh kesah nya, kesulitan-kesulitan nya dalam menjalani hidup yang tak mudah. Mengurusi keperluan-keperluan hidup beberapa orang tak mudah bukan? Hargailah perjuangan ibu dari anak-anak mu yang terpaksa melahap berpuluh-puluh artikel hanya untuk mencari tau tentang resep makanan, tentang tumbuh kembang bayi yang engkau idam-idamkan kehadirannya, tentang parenting, tentang kesehatan keluarga. Ayoo lah, jangan menjadi budak benda segiempat yang dibanting atau dicelupkan ke air langsung rusak.
Dan ini keanehan lainnya, dulu orang main game untuk mengisi waktu luang. Tapi hari ini orang meluangkan waktu demi main game. Apasih yang diberikan game untuk kita? Kebahagiaan? Ketenangan? Bukan kah bahagia itu mendapat ridho Allah? Bukan kah ketenangan itu kita dapatkan dengan mengingat Allah? Jadi untuk apa main game? Atau jangan-jangan anda masih menuruti hawa nafsu dibanding wahyu? Syurga yang Muhammad akan masuki adalah syurga yang kita inginkan bukan? Yuk kita hisab diri kita masing-masing sebelum hari penghisaban yang sesungguhnya tiba.
Langganan:
Komentar (Atom)
Aksi Mujahid 212: Saatnya Ulama dan Umat Bersatu Terapkan Syariah Kaffah
Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Sabtu (28/9/19), telah berlangsung Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI di Jakarta. Aksi yang diselenggarakan...
-
Tulisan kali ini adalah sesi curhat. Karena si insom lagi mampir, jadilah pikiran di otak meloncat-loncat ramai, ngetuk-ngetuk minta keluar...
-
Dari semenjak 10, 20 tahun lalu kami sudah mengingatkan, liberalisme dan sekulerisme itu racun yang membahayakan untuk kita. Tapi masih saj...
-
Terkadang rumusnya itu begini: jika kita terlampau menginginkan sesuatu, Allah malah tidak mengabulkan keinginan kita. Bisa jadi, itu karen...